Tidak Sesui Harapan, Modal Rp.17 Juta, Dapatnya Hanya Rp.2,5 Juta

Lampu cangkok di desa Sebong Lagoi yang menelan biaya Rp 17 juta. (10/4/2024) malam

BINTAN (Kepriraya.com)- Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Telok Sebong, Kabupaten Bintan mendapat juara 1 pada Festival Lampu Cangkok yang berlangsung beberapa hari lalu dengan jumlah Rp. 2,5 juta. Hal itu Berdasarkan Surat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 30/IV/2024 yang menjadi stake holder penyelenggara, diketahui daftar para pemenang lomba sebagai berikut:

Juara I Desa Sebong Lagoi,
Juara II Desa Busung
Juara III Kelurahan Kawal
Harapan I Desa Berakit

Penyerahan hadiah lomba tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan usai melepas puluhan kendaraan hias beserta ratusan kendaraan roda empat dan roda dua dalam rangka Pawai Takbir Idul Fitri 1445 H. Yang bertempat di Pelataran Makam Pahlawan Dwikora Tanjung Uban, Selasa malam (9/4/2024) kemarin.

Diketahui sebelumnya. Kepala Desa Sebong Lagoi Mazlan mengatakan bahwa untuk biaya kita siapkan sebesar Rp 17 juta rupiah. sedangkan jumlah keseluruhan lampu cangkok yang kita sediakan sebanyak 3000 buah. Untuk bahan – bahannya terdiri dari kayu, rotan dan besi, sedangkan lampunya terdiri dari kaleng, botol dan minyak solar serta sumbu kompor, dan proses pembuatan lampu hias tersebut membutuhkan waktu lebih kurang 20 hari.”pungkasnya kepada media ini.Sabtu (7/4/2024) kemarin.

Bupati Bintan Roby Kurniawan saat menyerahkan hadiah kepada perwakilan desa Sebong Lagoi. Selasa malam (9/4/2024) kemarin

Kepada Media Kepriraya.com
(11/4/2024) Mazlan menambahkan, Alhamdulilah kami bersyukur untuk tahun ini Desa Sebong Lagoi berhasil meraih peringkat pertama untuk festival lampu cangkiok tingkat kabupaten, ini semua berkat kerjasama panitia dan suport dari seluruh masyarakat sebong lagoi,”pungkasnya.

“terkait hadiah berapapun besarnya bukan itu yang menjadi persoalan. akan tetapi, Kami masih bisa menjaga nilai – nilai budaya Melayu dalam merayakan hari kemenagan, salah satunya dengan mengikuti kegiatan festival lampu cangkok ini.”ucap Mazlan.

“tingkat kesulitan itulah yang merupakan semangat untuk menjaga tradisi dan adat istiadat orang melayu Bintan

Mazlan berharap semoga ini akan menjadi semangat kami di tahun mendatang. terakhir, saya mengucapkan terimakasih kasih buat semuanya.”tutupnya.

Sementara itu, salah seorang kader Partai PDI Perjuangan Samsudin menuturkan, seharusnya Pemkab Bintan melalui Dinas Pariwisata Bintan lebih menghargai tradisi lampu cangkok yang dibuat oleh desa Sebong Lagoi ini, mereka bersusah payah membuat haisan lampu cangkok tersebut, bahkan sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar hingga mencapai Rp. 17 juta, dan pengerjaannyapun cukup lama, jadi, pembuatan lampu cangkok ini tidak sesuai ekspektasi, masak hanya dihargai Rp.2,5 juta. Serta kekecewaan warga penerima hadiah uang pembinaan dinilai tidak sesuai dengan partisipasi dalam mengikuti lomba tersebut.”tagasnya.

“berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. hadiahnya tidak mengecewakan hasil. Tahun ini sangat kecewa atas hadiah nya yang diberikan oleh pemerintah. Kenapa mau disebut sebagai lomba kalau hadiahnya tidak sesuai harapan tidak harus keluarkan banyak biaya untuk ikut lomba dimaksud.

Yang lebih mirisnya lagi, para pemuda setempat tidak dilibatkan dalam proses pembuatan lampu cangkok tersebut, hanya perangkat desa Sebong Lagoi saja yang terlibat.”ucapnya lagi.

Lebih baik uang Rp 17 itu digunakan untuk penerangan jalan, lihat saja jalan di sekitar jalan Langsat ini, gelapnya hampir sepanjang jalan, saya rasa itu lebih bermanfaat ketimbang mengikuti perlombaan lampu cangkok kemrin.”tegas Samsudin. (Zuk)

Editor : Asfanel

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *