LPMQ Hadirkan Al-Qur’an Isyarat, Ramadan Jadi Momentum Penguatan Ekosistem Inklusif

Abdul Aziz. Minggu, (21/2)
JAKARTA, (kepriraya.com) — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) terus memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas.
Salah satunya melalui penyusunan Mushaf Al-Qur’an Isyarat yang menggunakan metode kitabah dan tilawah, sehingga memudahkan teman tuli memahami ayat-ayat suci secara sistematis dan terstandar.
Dalam program Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI), para peserta tidak hanya membaca, tetapi juga memaknai ayat melalui gerakan tangan yang telah disusun secara baku. Inisiatif ini menjadi ruang belajar yang ramah dan setara, khususnya di bulan Ramadan.
“LPMQ telah menyusun Mushaf Al-Qur’an Isyarat yang menggunakan metode kitabah dan tilawah. Dalam kegiatan Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI), teman tuli dapat mempelajari makna ayat melalui gerakan tangan yang sistematis dan terstandar,” ujar Abdul Aziz. Minggu, (21/2)
Ia menegaskan, kehadiran Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di era modern. Jika pada masa awal Islam Al-Qur’an hadir meruntuhkan sekat sosial di Mekkah, maka hari ini layanan inklusif menjadi ikhtiar untuk meruntuhkan sekat keterbatasan fisik.
“Keadilan Al-Qur’an berarti setiap hamba memiliki hak yang sama untuk mendekat kepada Sang Pencipta,” jelasnya.
Melalui TAQI, Abdul Aziz berharap Ramadan benar-benar menjadi musim semi bagi seluruh hati, tanpa terkecuali. Tidak ada lagi alasan “tidak mampu membaca”, sebab akses kini terbuka luas—baik melalui sentuhan jemari dalam huruf Braille maupun bahasa isyarat yang sarat makna.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ekosistem Al-Qur’an yang inklusif. “Ramadan adalah pengingat bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai rahmat bagi semesta alam—tanpa kecuali,” tandasnya.

