Kementerian Lingkungan Hidup Soroti Tantangan Pengelolaan Sampah Nasional

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc., foto bersama, Selasa (7/4/2026) f-Dir
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Hal ini disampaikan Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc., saat menyampaikan arahan secara hybrid, Selasa (7/4/2026).
Ia mengungkapkan, dari total timbulan sampah nasional yang mencapai 141.926 ton per hari, baru sekitar 26 persen yang berhasil dikelola dengan baik.
“Artinya, masih ada sekitar 74 persen sampah yang belum tertangani secara optimal. Ini menjadi pekerjaan besar bagi kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah telah menargetkan pengelolaan sampah nasional mencapai 100 persen pada tahun 2029, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.
Untuk mencapai target tersebut, berbagai strategi terus didorong, mulai dari pengolahan sampah organik dari sumber, penguatan bank sampah, hingga pemanfaatan teknologi waste to energy.
“Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi lintas sektor serta komitmen kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penghentian praktik open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) paling lambat tahun 2026.
“Transformasi menuju sistem sanitary landfill harus segera dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” pungkasnya. (Dir)

