Alumni MTs Nurussa’adah Jadi Khatib di MTsN Lingga, Serukan Pemuda Berilmu dan Berakhlak

Pelaksanaan Sholat Jumat di Musholla MTs Negeri Lingga, Jumat (30/10/2026) f-Ist
LINGGA (Kepriraya.com) – Pelaksanaan Sholat Jumat di Musholla MTs Negeri Lingga, Jumat (30/10/2026), berlangsung khidmat. Momen kali ini terasa istimewa karena imam sekaligus khatib, Ustadz Jumadi, merupakan alumni MTs Nurussa’adah yang menjadi cikal bakal berdirinya MTsN Lingga.
Di hadapan para jamaah, Ustadz Jumadi menyampaikan khutbah bertema “Tanggung Jawab Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa dalam Semangat Sumpah Pemuda”. Ia mengajak para pelajar madrasah menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai pengingat pentingnya persatuan, keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak.
Menurutnya, semangat persatuan yang telah ditunjukkan para pemuda pada 1928 harus diteruskan oleh generasi sekarang melalui kualitas diri dan tanggung jawab terhadap bangsa.
“Pemuda 1928 bersatu dengan sumpah, bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu. Pemuda madrasah hari ini harus bersumpah juga: bertakwa satu, berilmu satu, berakhlak satu. Itulah cara kita mengisi kemerdekaan,” tegasnya.
Tidak hanya menyampaikan pesan kebangsaan, Jumadi juga membagikan pengalaman emosional sebagai alumni madrasah tersebut. Ia mengenang masa ketika masih menjadi siswa MTs Nurussa’adah sekitar 20 tahun lalu.
“20 tahun lalu saya duduk seperti kalian, di bangku kayu MTs Nurussa’adah. Hari ini Allah izinkan saya kembali berdiri di sini sebagai khatib. Ini bukti, madrasah ini mampu melahirkan generasi penerus,” ungkapnya.
Ia berpesan agar para siswa menjaga nama baik madrasah dengan menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
Menurutnya, kecerdasan tanpa diimbangi akhlak dapat membuka peluang terjadinya penyimpangan dan penyelewengan. Karena itu, ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan moralitas agar seseorang mampu menjadi pribadi yang amanah.
Sementara itu, Kepala MTsN Lingga, Fathullah, mengapresiasi pelaksanaan Sholat Jumat yang menghadirkan alumni sebagai imam dan khatib.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembiasaan karakter religius sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik melalui sosok alumni yang kembali ke madrasah untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
“Alhamdulillah, Sholat Jumat di madrasah ini adalah program pembiasaan karakter religius. Kita sengaja menghadirkan khatib dari alumni, agar siswa melihat langsung bukti nyata keberhasilan lulusan madrasah,” kata Fathullah.
Ia menilai tema Sumpah Pemuda sangat relevan dengan pembentukan karakter pelajar. Sebab, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mempunyai jiwa nasionalisme dan tanggung jawab sebagai penerus bangsa.
Sholat Jumat tersebut diikuti Fathullah bersama guru dan tenaga kependidikan (GTK) laki-laki serta seluruh peserta didik laki-laki kelas VII, VIII, dan IX.
Sementara itu, GTK perempuan dan peserta didik perempuan melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah di ruang kelas masing-masing dengan bimbingan guru perempuan.
Kegiatan Sholat Jumat merupakan agenda rutin setiap pekan di MTsN Lingga. Program ini menjadi bagian dari implementasi Madrasah Hebat Bermartabat sekaligus penguatan profil lulusan, khususnya pada aspek keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta kewargaan.
Humas MTsN Lingga

