Pawai Budaya HUT RI ke-80 di Bintan Timur Semarak, Bupati Roby: Momentum Kebersamaan dan Persatuan

Pawai Budaya Kemerdekaan, bertempat di Kawasan Relief Antam Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Kabupaten Bintan, Jumat (29/8/2025).
BINTAN, (kepriraya.com)- Suasana penuh suka cita mewarnai perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Bintan Timur, yang diperingati dengan gelaran Pawai Budaya Kemerdekaan, bertempat di Kawasan Relief Antam Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Kabupaten Bintan, Jumat (29/8/2025). Acara ini diikuti secara meriah oleh 6.666 peserta yang terdiri dari organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perangkat desa dan kelurahan, serta perwakilan sekolah se-Kecamatan Bintan Timur dari jenjang TK, SD, SLTP hingga SLTA sederajat.
Bupati Bintan Roby Kurniawan hadir langsung sekaligus membuka pawai tersebut dalam sambutan, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan ini sebagai sarana memperkuat persatuan, menghargai perbedaan, serta melestarikan kekayaan budaya yang menjadi identitas bangsa.
“Pawai budaya ini menjadi cermin bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagaman. Di Bintan Timur, kita bisa menyaksikan berbagai suku, agama, dan budaya hidup rukun dalam harmoni. Inilah miniatur Indonesia sesungguhnya,” ujar Roby.
Dengan mengusung tema nasional “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”, Bupati menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan ekonomi kerakyatan hingga menjaga kelestarian alam dan budaya.
Bupati Roby juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, peserta pawai, sekolah-sekolah, dan masyarakat yang telah mendukung penuh suksesnya acara ini. “Semangat kebersamaan yang kita tunjukkan hari ini harus menjadi inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan mengabdi bagi Bintan, Kepri, dan Indonesia tercinta,” tambahnya.
Pawai Budaya Bintan Timur tahun ini berlangsung sangat meriah dengan penampilan kreatif dari berbagai peserta, termasuk pelajar yang menampilkan ragam pakaian adat nusantara. Kehadiran generasi muda menjadi bukti bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga jati diri bangsa yang harus terus dijaga di tengah arus globalisasi.