RSUD Raja Ahmad Tabib Perkuat Akurasi Biaya Bedah, Gandeng RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung

RSUD Raja Ahmad Tabib mendapatkan pendampingan teknis penyusunan Unit Cost Tindakan Medik Operatif dari RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Jum’at. (9/1)
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)- RSUD Raja Ahmad Tabib terus berbenah meningkatkan mutu tata kelola pelayanan kesehatan. Selama sepekan, mulai 5 hingga 9 Januari 2026, rumah sakit rujukan Provinsi Kepulauan Riau ini mendapatkan pendampingan teknis penyusunan Unit Cost Tindakan Medik Operatif dari RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Jum’at. (9/1)
Pendampingan ini bertujuan memastikan perhitungan biaya pelayanan bedah dilakukan secara akurat, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan standar pelayanan serta clinical pathway yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping mengkaji secara menyeluruh seluruh komponen biaya pelayanan, baik biaya langsung seperti jasa medis, obat-obatan, BMHP, dan alat kesehatan, maupun biaya tidak langsung meliputi SDM pendukung, utilitas, pemeliharaan, hingga overhead rumah sakit. Seluruh perhitungan disusun berdasarkan data riil pelayanan yang ada.
Tak hanya itu, RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung juga memberikan bimbingan terkait metode perhitungan unit cost, penyesuaian dengan tarif INA-CBGs, kebijakan BLUD, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong RSUD Raja Ahmad Tabib menyusun dan memperbarui unit cost secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan pendampingan melibatkan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) tindakan operatif serta lintas unsur manajemen, mulai dari bidang keuangan, casemix, instalasi bedah, anestesi, farmasi, hingga tim coder.
Kolaborasi lintas unit ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan bedah yang semakin bermutu dan profesional.
Dengan pendampingan ini, RSUD Raja Ahmad Tabib optimistis dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus menjaga kualitas dan keselamatan pasien secara berkelanjutan. (Zuk)

