BATAMBREAKING NEWS

Harga Beras Masih Terkendali, Disperindag Kota Batam Klaim Stok Aman dan Pasokan Terjaga

Penampakan stok beras yang ada di Kota Batam masih terkendali. Selasa (10/2/2026). F-ist

BATAM, (kepriraya.com)- Harga beras di tingkat konsumen hingga saat ini masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar TOS 3000, harga beras medium tercatat sebesar Rp13.300 per kilogram, sementara beras premium berada di angka Rp15.300 per kilogram.

Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Stabilnya harga beras ini turut berkontribusi terhadap terkendalinya laju inflasi di Kota Batam.

Berdasarkan data terbaru, Batam mengalami deflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (month-to-month) dan deflasi 0,04 persen secara tahun berjalan (year-to-date).

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 2,74 persen, masih dalam rentang sasaran inflasi nasional.

Kepala Bidang Perdagangan Kota Batam, Wahyu Daryatin, mengatakan stabilitas harga beras tidak terlepas dari ketersediaan stok yang mencukupi serta distribusi yang berjalan lancar.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna memastikan pasokan beras tetap aman di pasaran.

“Untuk komoditas beras, baik medium maupun premium, hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali dan berada di bawah HET. Stok di pasaran juga cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya, dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Meski demikian, Wahyu mengakui bahwa pengawasan terhadap jalur distribusi beras tetap menjadi perhatian.

Menyusul adanya temuan lapangan terkait keberadaan gudang grosir atau pemasok beras di beberapa kawasan industri di Batam,, pihaknya menegaskan pentingnya pendataan dan pengawasan distributor beras secara menyeluruh.

Dia menyampaikan bahwa Disperindag secara rutin melakukan pengawasan untuk memastikan distribusi beras berjalan sesuai ketentuan serta mencegah adanya praktik yang dapat merugikan konsumen.

“Pengawasan tersebut dilakukan guna menjaga kualitas dan stabilitas pasokan beras di pasaran,” ujarnya.

Wahyu menegaskan, pengendalian harga bahan pokok, khususnya komoditas pangan utama seperti beras, menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali dan melindungi daya beli masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan harga secara rutin serta siap mengambil langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan,” tegasnya.(afr)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *