MANETA FEST 2026 Resmi Dibuka, Zoztafia Targetkan MAN Tanjungpinang Jadi Rujukan Pendidikan Islam Kepri

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Zoztafia, secara resmi membuka MANETA FEST Tahun 2026 di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang, Selasa (10/2/2026). Festival ini menjadi wadah adu bakat, kreativitas, dan prestasi pelajar tingkat SMP/MTs se-Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.Sejak awal, pembukaan MANETA FEST 2026 tampil semarak dan penuh warna.
Acara diawali dengan pengibaran semangat kebangsaan melalui lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Rizal. Sentuhan budaya dan kreativitas siswa ditampilkan lewat tari persembahan, disusul atraksi Pramuka dan Drum Band MAN Tanjungpinang yang memukau tamu undangan.
Dalam sambutannya, Zoztafia menegaskan bahwa MAN Tanjungpinang bukan sekadar lembaga pendidikan biasa, melainkan madrasah dengan nilai historis yang kuat dalam perjalanan pendidikan Islam di Kepulauan Riau.
“MAN Tanjungpinang lahir dari sejarah panjang, bermula dari Pendidikan Guru Agama (PGA). Transformasi itu menjadi bukti konsistensi madrasah ini dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter,” ujar Zoztafia.
Ia menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama melakukan berbagai upaya pembenahan dan rehabilitasi sebagai bentuk komitmen menjaga marwah dan kualitas MAN Tanjungpinang. Menurutnya, kualitas sarana prasarana harus berjalan seiring dengan pembentukan mental dan karakter peserta didik.
“Menata fisik madrasah harus diiringi dengan menata mental. MAN Tanjungpinang harus menjadi barometer dan titik rujukan pendidikan Islam di Kota Tanjungpinang,” tegasnya.
Zoztafia juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan MAN Tanjungpinang. Dengan dukungan pembangunan gedung melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) serta rehabilitasi menyeluruh, ia meyakini kepercayaan masyarakat akan terus meningkat.
“Saya berharap pada tahun 2026, animo pendaftar MAN Tanjungpinang semakin tinggi. Ini tanda kepercayaan publik terhadap madrasah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Zoztafia turut mengapresiasi kehadiran para guru pendamping dari SMP dan MTs. Menurutnya, MANETA FEST bukan semata perlombaan, melainkan ruang pembelajaran sosial yang sangat berharga bagi pelajar.
“Di sini anak-anak belajar sportif, menghargai kemampuan orang lain, dan berani tampil. Ini pendidikan karakter yang tidak selalu didapat di ruang kelas,” katanya.
Menutup sambutannya, Zoztafia berharap MANETA FEST menjadi energi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi muda yang mampu menentukan masa depannya secara merdeka, berlandaskan nilai-nilai kebaikan.
“Terus bergerak, jangan kendur. Semoga ikhtiar kita mendapat barokah dan ridho Allah SWT,” pungkasnya.

