Ansar: Haul di Penyengat Jadi Penggerak Wisata Religi Kepri

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat menghadiri Haul Khalifah Syekh Syaibuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Masjid Sultan Riau, Pulau Penyengat, Rabu (11/2/2026).F-Hris
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menghadiri Haul Khalifah Syekh Syaibuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Masjid Sultan Riau, Pulau Penyengat, Rabu (11/2/2026). Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.
Ansar hadir bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan menyatu dengan masyarakat dalam rangkaian doa serta ziarah. Sejak pagi, Pulau Penyengat telah dipadati peziarah yang datang untuk mengikuti pembacaan Al Barzanji, doa bersama, hingga ramah tamah antarjamaah.
Menurut Ansar, haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna strategis dalam menjaga warisan spiritual sekaligus menggerakkan sektor pariwisata berbasis religi.
“Haul ini menjadi momentum mempererat silaturahmi umat. Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat posisi Penyengat sebagai destinasi wisata religi unggulan di Kepri,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen mendukung pelestarian tradisi keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Melayu. Penyengat, kata dia, merupakan pusat peradaban dan sejarah Islam di Kepulauan Riau yang harus terus dijaga keberlanjutannya.
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami Sultan Riau Lingga saat doa dipanjatkan untuk para ulama terdahulu yang berjasa menyebarkan ajaran Islam di wilayah ini. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya ikatan spiritual lintas generasi.
Sementara itu, Raja Ariza menilai kegiatan haul memberi dampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang. Ia berharap tradisi ini terus dikemas secara baik agar semakin dikenal luas.
“Penyengat memiliki nilai sejarah tinggi. Jika dikelola dan dipromosikan dengan maksimal, wisata religi di sini akan semakin berkembang,” kata Raja Ariza.
Sebagai pulau bersejarah yang dikenal sebagai mahar pernikahan Sultan Riau-Lingga kepada permaisurinya, Penyengat menyimpan banyak situs budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepri.
Tradisi haul tahunan ini kembali menegaskan Pulau Penyengat bukan hanya ruang ziarah, tetapi juga simpul kebudayaan Melayu dan penguat identitas religius masyarakat Kepulauan Riau. (Hris)

