Tasyakuran 4 Tahun LAM Tanjungpinang, Santuni Penggiat Adat dan Perkuat Silaturahmi Jelang Ramadan 1447 H

Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Dr. Juramadi Esram ketika berkunjung kepada penggiat adat dan tradisi Melayu. Pengurus LAM menyambangi Dato’ Rahmat, penggiat seni silat Melayu, serta Mak Dare, pelestari Joget Dangkong. Jum’at, (13/2/2026). F-ist
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Empat tahun perjalanan kepengurusan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang ditandai dengan tasyakuran yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, Jumat (13/2). Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat serta unsur Pemerintah Kota Tanjungpinang itu terasa istimewa dengan tausiah agama dari ustaz Kogabwilhan I Provinsi Kepulauan Riau, Kolonel Anpu S.Ag., M.Ag. Suasana religius dan kekeluargaan menyatu dalam refleksi perjalanan organisasi adat yang selama ini konsisten menjaga marwah budaya Melayu.
Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Dr. Juramadi Esram, menegaskan bahwa empat tahun kepengurusan diisi dengan berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada pelestarian adat dan penguatan nilai-nilai kebudayaan.
“Empat tahun ini kami isi dengan kegiatan yang mengangkat marwah adat Melayu. Silaturahmi menjadi kekuatan utama agar organisasi tetap solid dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Juramadi, LAM tidak hanya berperan dalam menjaga adat istiadat, tetapi juga menjadi pilar penting dalam merawat kerukunan serta kondusivitas daerah. Selama ini, LAM aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk aparat keamanan dan tokoh lintas agama di Tanjungpinang.
Sebagai wujud rasa syukur, rangkaian tasyakuran juga diisi dengan kegiatan sosial berupa kunjungan kepada penggiat adat dan tradisi Melayu. Pengurus LAM menyambangi Dato’ Rahmat, penggiat seni silat Melayu, serta Mak Dare, pelestari Joget Dangkong.
Dalam kesempatan tersebut, LAM bekerja sama dengan Baznas Kepri menyalurkan bantuan sembako, ditambah atensi dari para pengurus LAM sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan atas dedikasi mereka menjaga warisan budaya.
Kehadiran tokoh perjuangan Provinsi Kepulauan Riau, Huzrin Hood, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta LAM Provinsi Kepri semakin menambah kekhidmatan acara.
Mewakili Wali Kota Tanjungpinang, Staf Ahli Pemerintah Kota, Marzuki Hendri, menyampaikan apresiasi atas kontribusi LAM dalam menjaga identitas budaya daerah. Ia menilai lembaga adat tetap relevan dan strategis di tengah arus perkembangan zaman.
Melalui momentum tasyakuran ini, LAM Kota Tanjungpinang berharap semangat kebersamaan dan kepedulian terus terjaga. Doa pun dipanjatkan agar para penggiat adat seperti Dato’ Rahmat dan Mak Dare senantiasa diberi kesehatan serta kekuatan untuk terus mengembangkan tradisi Melayu dan menginspirasi generasi muda. (Zuk)

