RI Siap Impor Energi Rp250 Triliun dari AS, ART Prabowo–Trump Segera Diteken

Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.
JAKARTA (kepriraya.com) — Indonesia berencana membeli produk energi dari Amerika Serikat senilai sekitar US$15 miliar atau setara ±Rp250 triliun. Komoditas yang akan diimpor meliputi LPG, minyak mentah, hingga BBM jadi.
Rencana tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Negara.
Langkah ini menjadi bagian dari pembicaraan perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.
Penandatanganan ART dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026 di Amerika Serikat. Selain sektor energi, kerja sama bilateral juga mencakup pertambangan, termasuk pengelolaan mineral kritikal dan nikel, dengan prinsip perlakuan setara bagi investor kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden Prabowo dijadwalkan bertolak ke AS pada tanggal tersebut untuk menghadiri pertemuan Board of Peace sekaligus agenda penandatanganan ART.
Nilai impor energi yang besar ini langsung menjadi sorotan publik, terutama terkait dampaknya terhadap ketahanan energi nasional dan neraca perdagangan Indonesia–Amerika Serikat.
(Sumber: CNBC Indonesia/Tempo.co)

