Tim Green Economy Kemenag Bintan Mulai Tanam Jagung, Perkuat Kampanye Ekoteologi

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan (Kemenag Bintan) kembali meluncurkan program inovatif bertajuk Green Economy sebagai upaya memperkuat kampanye ekoteologi yang menjadi bagian dari Asta Protas Kemenag RI. Program ini ditandai dengan penanaman bibit jagung di lahan belakang kantor Kemenag Bintan, Senin (2/3/2026).
BINTAN, (kepriraya.com)– Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan (Kemenag Bintan) kembali meluncurkan program inovatif bertajuk Green Economy sebagai upaya memperkuat kampanye ekoteologi yang menjadi bagian dari Asta Protas Kemenag RI. Program ini ditandai dengan penanaman bibit jagung di lahan belakang kantor Kemenag Bintan, Senin (2/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal implementasi ekonomi hijau di lingkungan Kemenag Bintan, setelah sebelumnya sukses menjalankan program Kemenag Asri. Meski dalam suasana puasa Ramadan, para ASN yang tergabung dalam Tim Green Economy tetap antusias turun langsung ke lahan untuk melakukan penanaman.
Secara konsep, Green Economy atau ekonomi hijau merupakan model pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial, sekaligus menekan risiko kerusakan lingkungan serta kelangkaan sumber daya alam. Prinsip utamanya mencakup rendah emisi karbon, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan keberlanjutan yang inklusif.
Melalui program ini, Kemenag Bintan mendorong praktik ramah lingkungan seperti penggunaan pupuk organik, penguatan produk berkelanjutan, serta pengelolaan lahan secara lestari. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian alam.
Jagung (Zea mays) dipilih sebagai komoditas perdana dalam program ini. Selain mudah dibudidayakan, jagung memiliki nilai gizi tinggi sebagai sumber karbohidrat, protein, serat, serta vitamin A, B, dan E. Komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi strategis karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, hingga kebutuhan industri.
Ke depan, Kemenag Bintan berencana melakukan diversifikasi tanaman produktif lainnya guna memperluas dampak ekonomi hijau sekaligus memperkuat kesadaran ekologis di lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.(*)

