Tokoh Bangsa Bahas Dampak Konflik Global dalam Pertemuan di Istana Negara

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar agenda Silaturahmi dan Diskusi Para Tokoh Bangsa di Istana Negara. Rabu, (4/3)
JAKARTA, (kepriraya.com)– Di tengah dinamika politik global yang semakin memanas, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar agenda Silaturahmi dan Diskusi Para Tokoh Bangsa di Istana Negara.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pemimpin lintas generasi, di antaranya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.
Selain itu, hadir pula para mantan Menteri Luar Negeri seperti Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, dan Alwi Shihab. Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara, jajaran menteri, kepala badan, serta ketua umum partai politik juga turut mengikuti forum diskusi tersebut.
Agenda utama pertemuan membahas kesiapan dan kesiagaan Indonesia dalam mengantisipasi dampak konflik global, khususnya eskalasi yang melibatkan Amerika Serikat–Israel dan Iran terhadap stabilitas nasional.
Dalam diskusi tersebut, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan pentingnya manajemen krisis yang terukur dan antisipatif. Menurutnya, dampak konflik global tidak hanya menyangkut geopolitik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi nasional, mulai dari kenaikan harga energi hingga penurunan daya beli masyarakat.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu memastikan ketersediaan bahan pokok, menjaga stabilitas harga, serta menghadirkan rasa aman secara psikologis bagi masyarakat melalui komunikasi publik yang jelas dan menenangkan.
Selain itu, dukungan juga disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto agar terus merangkul berbagai elemen bangsa, mulai dari elit politik, pelaku ekonomi hingga tokoh keagamaan, untuk membuka ruang dialog dan menghimpun kecerdasan kolektif bangsa.
Langkah tersebut dinilai penting, mengingat di tengah tantangan global yang semakin kompleks, persatuan dan kebijaksanaan bersama menjadi kekuatan utama bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan ketahanan nasional.
Sumber : Biro Pers Sekretariat Presiden RI

