Bupati Roby Hadiri RUPS-LB BRK Syariah, Enam Nama Diusulkan Jadi Pengurus

Bupati Bintan Roby Kurniawan saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru, Senin (28/9/2026). f-Ist
TANJUNGPINANG, (Kepriraya.com) — Bupati Bintan Roby Kurniawan menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru, Senin (28/9/2026).
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyepakati sejumlah nama yang diusulkan menjadi calon jajaran Komisaris dan Direksi BRK Syariah. Namun, nama-nama tersebut belum menjadi susunan definitif karena masih harus menjalani Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk posisi Komisaris Utama, pemegang saham mengusulkan Indra. Sedangkan calon Komisaris Independen yakni Arieta Aryanti PL dan Wachyono.
Sementara untuk jajaran Direksi, nama Helwin Yunus diusulkan sebagai calon Direktur Utama, Asyari sebagai calon Direktur Operasional, serta Muhammad Nanang sebagai calon Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.
Adapun posisi Direktur Dana dan Jasa belum memiliki nama calon yang diusulkan dalam RUPS-LB tersebut.
Seluruh nama yang disepakati selanjutnya akan disampaikan kepada OJK untuk mengikuti proses PKK sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, susunan pengurus BRK Syariah masih menunggu hasil penilaian dan keputusan regulator.
Selain membahas calon pengurus, RUPS-LB juga membahas rencana aksi pemulihan atau recovery plan tahun 2025. Rapat turut menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Provinsi Riau terkait pemeriksaan kepatuhan operasional BRK Syariah periode 2024 hingga Triwulan III 2025.
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyambut baik keputusan para pemegang saham tersebut. Ia berharap jajaran Komisaris dan Direksi yang nantinya ditetapkan dapat membawa BRK Syariah semakin profesional dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
“Kita berharap BRK Syariah bisa lebih fokus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, misal akses fasilitas pembiayaan atau pinjaman lunak sesuai prinsip syariah yang pengurusannya dipermudah,” kata Roby usai kegiatan.
Menurutnya, dukungan sektor perbankan sangat penting bagi pemerintah daerah, terutama dalam membuka akses permodalan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Bagi kami (Pemerintah Daerah), dukungan perbankan juga sangat penting dalam menunjang pembangunan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Roby menambahkan, BRK Syariah memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan akses pembiayaan berbasis prinsip syariah.
Dengan adanya jajaran manajemen yang nantinya ditetapkan setelah melalui proses OJK, ia berharap BRK Syariah semakin mampu menjalankan perannya sebagai bank milik daerah.
Hal itu, kata Roby, termasuk dalam memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di Riau dan Kepulauan Riau, termasuk Kabupaten Bintan. (*)

