Erlita Amsakar Ajak Pembatik Batam Belajar ke Kulon Progo, Dorong Inovasi dan Peningkatan Kualitas

Ketua Dekranasda, Erlita Amsakar, memimpin langsung keberangkatan 12 pembatik Batam untuk mengikuti program study tiru di Sembung Batik, Kabupaten Kulon Progo, DIY, mulai 27 November hingga 8 Desember 2025.
BATAM, (kepriraya.com)— Upaya meningkatkan kemampuan para perajin batik terus dilakukan Dekranasda Kota Batam. Ketua Dekranasda, Erlita Amsakar, memimpin langsung keberangkatan 12 pembatik Batam untuk mengikuti program study tiru di Sembung Batik, Kabupaten Kulon Progo, DIY, mulai 27 November hingga 8 Desember 2025.
Rombongan disambut hangat oleh Ketua Dekranasda Kulon Progo, Nuraini Mufida, bersama pengelola Sembung Batik. Program ini memberikan kesempatan bagi pembatik Batam untuk belajar teknik, pola kerja, hingga pengembangan motif dari salah satu sentra batik yang telah berkembang pesat di Yogyakarta.
Erlita menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi teknis perajin. Ia berharap seluruh peserta serius menyerap ilmu yang diperoleh agar dapat diterapkan ketika kembali ke Batam.
“Kita ingin para pembatik Batam semakin kreatif dan kualitasnya terus meningkat. Pelatihan ini menjadi sarana penting untuk belajar langsung dari ahlinya,” ujar Erlita.
Ia juga mengingatkan agar ilmu yang dibawa tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dikembangkan menjadi karya yang mampu mengangkat ciri khas Kota Batam. Terlebih, Batam baru saja merilis motif baru bertema Jembatan Barelang, ikon kebanggaan masyarakat setempat.
Perwakilan Sembung Batik, Zainal Arifin, mengungkapkan rasa senangnya menyambut rombongan Batam dan berharap kerja sama ini memberi manfaat bagi kedua daerah. Ia juga mengenang pertemuannya dengan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat masih menjabat Kepala Disperindag.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kulon Progo, Nuraini Mufida, menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi positif antardaerah. Ia berharap hubungan baik tersebut dapat terus berlanjut melalui pertukaran pengetahuan dan inovasi.
Program study tiru ini menjadi momentum penting dalam memperkuat industri batik Batam sekaligus memperluas jaringan kemitraan yang dapat mendorong lahirnya karya-karya unggulan perajin lokal. (Afr)

