Kemenag Bintan Launching Rumah Ibadah Asri, Tanam 2.300 Bibit Pohon Buah

Kemenag Bintan meluncurkan Gerakan Rumah Ibadah dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Asri dengan menanam 2.300 bibit pohon buah di berbagai titik rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan, Sabtu (24/1).
BINTAN, (kepriraya.com)– Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan (Kemenag Bintan) meluncurkan Gerakan Rumah Ibadah dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Asri dengan menanam 2.300 bibit pohon buah di berbagai titik rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan, Sabtu (24/1).
Kegiatan ini dipusatkan di Kelenteng Khong Miao Karang Rejo, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, sebagai simbol penguatan nilai keagamaan yang selaras dengan kepedulian lingkungan.
Peluncuran gerakan tersebut dihadiri Kakanwil Kemenag Kepulauan Riau yang diwakili Kepala Bidang Pakis, perwakilan Bupati Bintan, Kepala Kantor Kemenag Bintan, Ketua FKUB dan Baznas Bintan, unsur Polres Bintan, Babinsa, BP DAS Kepulauan Riau, camat dan lurah, kepala KUA, kepala madrasah, serta tokoh lintas agama dan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang dipandu ASN Kemenag Bintan, Heri Yulianto, sebagai bagian dari kampanye hidup sehat dan ramah lingkungan.
Dorong Ekoteologi Lintas Agama
Kepala Kantor Kemenag Bintan, H. Abu Sufyan, mengatakan penanaman ribuan bibit pohon ini merupakan wujud nyata implementasi program ekoteologi, salah satu Asta Protas Kementerian Agama.
“Bibit pohon ini tidak hanya ditanam di rumah ibadah, tetapi juga kami distribusikan ke madrasah, RA, KUA, dan pondok pesantren di Bintan. Ini bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.
Bibit pohon yang didatangkan dari BP DAS tersebut terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif seperti durian, nangka, kelengkeng, mangga, jeruk lemon, alpukat, petai, dan jengkol. Sejak program ekoteologi digulirkan, Kemenag Bintan tercatat telah menanam dan mendistribusikan lebih dari 5.000 bibit pohon.
Khong Miao Jadi Simbol Harmoni
Pengurus Matakin Bintan, Gek Kwe, menjelaskan Kelenteng Khong Miao Kawal merupakan kelenteng Kong Miao pertama di Bintan yang dibangun untuk memperkuat akulturasi budaya Tionghoa dan lokal. Berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare di kawasan Karang Rejo, lokasi ini dipilih karena masih membutuhkan penghijauan menyeluruh.
“Kelenteng ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus simbol harmoni antarumat dan kepedulian lingkungan,” katanya.
Apresiasi Pemkab Bintan
Bupati Bintan melalui Kepala Badan Kesbangpol, H. Muhammad Lukman, mengapresiasi langkah Kemenag Bintan dalam menggerakkan masyarakat lintas agama untuk merawat lingkungan.
“Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi pondasi kehidupan di masa depan. Pemkab Bintan berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pakis Kanwil Kemenag Kepri, Muhammad Dhirham, menegaskan bahwa seluruh agama mengajarkan penghormatan terhadap kehidupan, termasuk tumbuhan dan alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dijaga. (Zuk)

