Masyarakat Kepri Minta Penyelidikan Transparan atas Kematian Petugas Kebersihan di Gurindam 12

Ketua Pemuda Pulau-Pulau Provinsi Kepri, Joko Link
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum bertanggung jawab atas tragedi yang menimpa petugas kebersihan, Wendri Mardi, di kawasan Taman Gurindam 12, Tanjungpinang.
Wendri dilaporkan meninggal dunia setelah kepalanya terbentur gapura Bazar Ramadan yang diduga tidak aman saat bertugas di lokasi tersebut.
Ketua Pemuda Pulau-Pulau Provinsi Kepri, Joko Link, mengatakan masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, segera melakukan evaluasi terhadap infrastruktur publik, terutama yang bersifat sementara dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kami berharap Kadis Pariwisata Provinsi Kepri dapat mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan publik dan mencegah kejadian seperti ini terjadi di masa depan,” ujar Joko Link.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat meminta pihak berwenang melakukan penyelidikan secara cermat, transparan, dan objektif guna memastikan penyebab kejadian serta menentukan pihak yang harus bertanggung jawab.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak bisa hanya dianggap sebagai musibah semata, karena kegiatan Bazar Ramadan Kurma 2026 di kawasan Gurindam 12 merupakan kegiatan yang memiliki penanggung jawab.
“Ini tidak sesederhana musibah. Harus ada pemanggilan kepada Kepala Dinas Pariwisata yang mendapat surat tugas pelaksana kegiatan yang berlokasi di Gurindam 12 dengan judul kegiatan Bazaar Ramadan Kurma 2026,” tegasnya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap penyebab pasti tragedi tersebut secara terbuka serta memberikan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab dalam perencanaan maupun pengelolaan kegiatan tersebut, demi memberikan keadilan bagi keluarga korban. (Jki)

