BISNISBREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Indomaret Diizinkan Masuk Tanjungpinang, Wali Kota Pasang “Rem” Pro UMKM dan Tenaga Lokal

Indomaret

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Pemerintah Kota Tanjungpinang membuka peluang bagi ritel nasional Indomaret untuk beroperasi. Namun, izin tersebut tidak diberikan begitu saja. Wali Kota Lis Darmansyah menegaskan, ada syarat tegas yang harus dipenuhi—semuanya berpihak pada kepentingan daerah dan masyarakat lokal.

Lis menyebut, langkah ini merupakan upaya menyeimbangkan antara kebutuhan investasi dan perlindungan ekonomi lokal. Salah satu syarat yang disorot adalah identitas gerai yang harus mengakomodasi kearifan lokal.


“Nama gerai harus mempertimbangkan identitas daerah, misalnya ‘Gurindam Mart’ yang dikelola oleh Indomaret,” ujarnya. Senin, (4/5).


Tak hanya itu, produk yang dijual juga wajib melibatkan pelaku UMKM dan IKM Tanjungpinang. Dari sisi ketenagakerjaan, perusahaan diminta memprioritaskan warga lokal, khususnya pemegang KTP Tanjungpinang.


Lis mengakui, ketentuan tersebut bukan praktik umum bagi ritel nasional yang selama ini menerapkan sistem terpusat, termasuk dalam perekrutan tenaga kerja lintas daerah. Meski begitu, ia meminta komitmen itu dituangkan secara tertulis.


“Selama ini memang sulit ditawar. Tapi khusus di Tanjungpinang, kita minta komitmen itu dibuat jelas dan tertulis. Ini demi kepentingan masyarakat kita,” tegasnya.


Ia juga mengungkapkan, sebelumnya Pemko sempat menolak kehadiran ritel nasional karena minimnya manfaat langsung bagi daerah. Kini, dengan adanya ruang negosiasi yang lebih berpihak, pendekatan pun berubah.


“Kalau dulu kita larang karena tidak ada manfaat, sekarang saat ada komitmen yang baik, kenapa harus ditolak? Selagi pro masyarakat, tentu kita dukung,” katanya.


Lis turut menyoroti pentingnya fleksibilitas kebijakan agar tidak dianggap menghambat investasi. Menurutnya, membuka ruang dengan syarat justru menjadi solusi tengah.


“Kalau terlalu kaku, kita dianggap tidak pro investasi. Tapi saat kita buka peluang dengan syarat untuk daerah, juga dipersoalkan. Lalu kapan ekonomi Tanjungpinang bisa bangkit?” ujarnya.


Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari terobosan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini berada di angka 3,33 persen.

Sejumlah indikator menunjukkan tren positif, seperti sektor perdagangan yang meningkat, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta inflasi yang tetap terkendali. Meski demikian, sektor infrastruktur masih menjadi tantangan.


Dengan rencana masuknya Indomaret pada pertengahan tahun ini yang masih dalam tahap pembahasan Pemko berharap kehadiran ritel nasional yang berkomitmen pada kepentingan lokal dapat menjadi stimulus baru bagi perekonomian Tanjungpinang. (Iwn)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *