Rakorwil MES Kepri Rumuskan Arah Baru 2026, Tiga Strategi Disiapkan Perkuat Ekonomi Syariah

Ketua Umum PW MES Kepri, Muhammad Zulkamirullah, Sabtu, (2/5/2026). F-ist
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)- Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES) Kepulauan Riau menegaskan langkah besar untuk tahun 2026. Melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang digelar di Kantor Badan Kesbangpol Kepri, Sabtu petang, organisasi ini merumuskan tiga rekomendasi strategis sebagai peta jalan penguatan ekonomi syariah di daerah.
Rakorwil yang dihadiri jajaran pengurus inti hingga perwakilan daerah ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penajaman arah kebijakan organisasi di tengah berkembangnya kebutuhan ekonomi berbasis syariah di Kepri.
Ketua Umum PW MES Kepri, Muhammad Zulkamirullah, menegaskan bahwa hasil Rakor bukan sekadar keputusan administratif, melainkan langkah konkret memperluas pengaruh dan dampak organisasi.
“Pertama, kita dorong percepatan musyawarah organisasi di seluruh kabupaten/kota. Ini penting untuk memperkuat struktur, memperluas jaringan, dan memastikan program berjalan hingga ke daerah,” ujarnya.
Ia menyebut, beberapa daerah sudah menunjukkan progres, dengan Batam menunggu jadwal pelantikan, sementara Tanjungpinang dan Bintan telah memasuki tahap pembentukan.
Langkah kedua yang menjadi sorotan adalah dorongan penyusunan regulasi daerah. MES Kepri akan menginisiasi rencana kebijakan hingga rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang ekonomi syariah sebagai fondasi hukum yang lebih kuat.
“Tanpa regulasi yang jelas, pengembangan ekonomi syariah akan berjalan parsial. Kita ingin ada payung hukum yang mampu mendorong pertumbuhan secara sistematis,” tambahnya.
Sementara itu, strategi ketiga menyasar sektor pariwisata. MES Kepri akan melakukan pemetaan destinasi wisata binaan berbasis syariah sebagai peluang baru dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
Rakorwil ini juga dihadiri Sekretaris Umum Dwi Vita Lestari Soehardi, jajaran wakil ketua, bendahara, serta pengurus bidang dan perwakilan MES Batam. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan keseriusan bersama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih terintegrasi.
Dwi Vita menegaskan, hasil Rakor menjadi fondasi penting untuk memastikan program kerja 2026 berjalan lebih terarah dan berdampak.
“Kami ingin MES Kepri tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dengan tiga rekomendasi strategis ini, MES Kepri mengirim sinyal kuat: pengembangan ekonomi syariah di Kepulauan Riau tak lagi sekadar wacana, tetapi mulai bergerak menuju sistem yang terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan. (Zuk)

