BATAMBREAKING NEWSHEADLINE

Pawai Pembangunan Guncang Batam: Warna-warni Budaya Nusantara Sambut HUT RI

Semangat dan keceriaan membanjiri jalanan Kota Batam, Minggu (9/8/2026). f-Diskominfo

BATAM, ( Kepriraya.com)- Semangat dan keceriaan membanjiri jalanan Kota Batam, Minggu (9/8/2026).

Pawai Pembangunan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menjadi panggung meriah di mana beragam suku, adat, dan budaya bertemu dalam satu iring-iringan penuh warna.

Pawai dimulai pukul 08.00 WIB dari kawasan Rumah Makan Dendeng Batokok, Seipanas, dan berakhir di Dataran Engku Hamidah dengan jarak tempuh sekitar 2 kilometer.

Sejak pagi, warga sudah memadati sepanjang rute. Anak-anak hingga orang dewasa berdiri di tepi jalan, tersenyum, melambaikan tangan, dan mengabadikan momen dengan ponsel.

Senyum dan lambaian dari pejabat serta tamu undangan dibalas antusias oleh peserta dan penonton.

Musik tradisional berpadu dengan dentuman marching band. Busana adat yang berwarna-warni, tarian daerah, kendaraan hias, dan berbagai kesenian silih berganti menyita perhatian.

Peserta datang membawa identitas masing-masing: dari Bali, Jawa Timur, Jogjakarta, Kalimantan, Maluku, Jambi, hingga berbagai daerah di Sumatera, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Paguyuban masyarakat Tionghoa, termasuk PSMTI dan Perkumpulan Teochew, juga turut memeriahkan. Semua berjalan berdampingan tanpa jarak.

Pawai Pembangunan diikuti 49 kelompok dari unsur pemerintah, TNI-Polri, dan swasta.

Sementara Pawai Budaya Nusantara melibatkan sekitar 10.000 peserta dari berbagai paguyuban masyarakat Batam. Penampilan Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, serta marching band semakin menghangatkan suasana.

Dalam acara ini juga digelar pembagian bendera Merah Putih sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera. Bendera tersebut kemudian dibawa ke lingkungan masyarakat untuk dikibarkan menyambut HUT ke-81 RI.

Pemandangan pagi itu menjadi cermin sederhana Batam: kota yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah, membawa budaya masing-masing, lalu bertemu dan tumbuh dalam ruang yang sama.

Di tengah perbedaan, semua berjalan dalam satu barisan, merayakan kemerdekaan bersama di bawah tema โ€œIndonesia Berdaulat, Adil, dan Makmurโ€.

Hari itu Batam tidak sekadar menggelar pawai. Kota ini memperlihatkan wajahnya sebagai ruang di mana berbagai budaya Indonesia bertemu, berdampingan, dan merayakan kemerdekaan dalam keceriaan serta kebersamaan. (ski)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *