BREAKING NEWSINTERNASIONALOLAHRAGA

Hasil FP1 Moto3 Belanda 2026 belum sepenuhnya mencerminkan potensi Veda Ega Pratama.

Pembalap muda Honda Team Asia itu memang hanya mengakhiri sesi latihan bebas pertama (FP1) di posisi ke-20, tetapi performanya sepanjang sesi memperlihatkan perkembangan yang cukup menjanjikan.

Pada sesi FP1 Moto3 Belanda 2026 yang berlangsung di Sirkuit Assen, Jumat (26/6/2026), Veda memilih memanfaatkan latihan untuk membangun konsistensi ketimbang mengejar catatan waktu terbaik dalam satu putaran.
Pembalap asal Gunungkidul tersebut menyelesaikan total 16 lap.

Sejak awal sesi, ia tampil percaya diri dengan berusaha mencatatkan waktu lap tanpa banyak bergantung pada slipstream pembalap lain.

Assen sendiri bukan lintasan baru bagi Veda Ega Pratama.

Pada musim 2024, ia pernah tampil di sirkuit berjuluk “Katedral Kecepatan” itu saat mengikuti Red Bull Rookies Cup dengan hasil finis keempat dan ketujuh. Perkembangan waktu lap Veda juga terlihat cukup positif. Ia memulai sesi dengan catatan 1 menit 44,0 detik sebelum meningkat ke 1:44,3 dan kemudian menembus 1:42,7.

Sebagai gambaran, rekor lap Moto3 di Assen masih berada di angka 1:39,703 untuk seluruh sesi, sedangkan rekor balapan tercatat 1:40,405. Sementara pace juara musim lalu berada di kisaran 1 menit 41 detik rendah.

Memasuki pertengahan sesi, Veda tetap menjaga konsistensi. Tiga dari empat lap terakhir pada run pertama berada di kisaran 1 menit 42 detik. Catatan terbaiknya saat itu adalah 1:42,446, meski belum cukup untuk menembus 15 besar.

Di saat bersamaan, tujuh pembalap sudah berhasil masuk ke rentang waktu 1 menit 41 detik, yakni Joel Kelso, Guido Pini, Alvaro Carpe, Maximo Quiles, David Almansa, Joel Esteban, dan Valentin Perrone. Maximo Quiles tampil impresif dengan simulasi balapan yang sangat stabil.

Pemuncak klasemen sementara tersebut mampu mempertahankan pace di kisaran 1:42 rendah hingga 1:41 tinggi selama delapan lap berturut-turut. Sementara itu, pemenang seri sebelumnya, Hakim Danish, juga berhasil mencatatkan waktu 1:41,800 pada lap ke-11.

Setelah menyelesaikan delapan lap pertama, Veda Ega Pratama kembali ke garasi sebelum turun lagi sekitar 12 menit menjelang sesi berakhir. Kali ini ia keluar lintasan bersama rekan setimnya, Zen Mitani. Performa keduanya langsung terlihat berbeda sejak sektor pertama dengan selisih sekitar 0,4 detik.

Veda kemudian membukukan waktu 1:42,004 yang sempat mengangkatnya ke posisi ke-13. Sementara Mitani mencatat 1:42,916 dan berada di urutan ke-25.Pada run kedua, fokus Veda tetap sama, yakni menjaga konsistensi. Selama tujuh lap beruntun ia mampu mempertahankan pace di kisaran 1 menit 42 detik rendah.

Menjelang akhir sesi, catatan waktunya kembali membaik menjadi 1:41,970. Meski akhirnya turun ke posisi ke-20 pada klasemen akhir Hasil Moto3 Belanda 2026 FP1, performa tersebut menunjukkan fondasi yang cukup baik untuk menghadapi sesi berikutnya.

Posisi teratas Hasil Moto3 Belanda 2026 FP1 menjadi milik Alvaro Carpe dengan waktu 1 menit 40,869 detik. Ia unggul atas David Almansa dan Maximo Quiles yang melengkapi tiga besar.

Sementara dua rival seangkatan Veda Ega Pratama, yakni Hakim Danish dan Brian Uriarte, finis di posisi ke-11 dan ke-12 dengan selisih sekitar setengah detik lebih cepat dari pembalap Indonesia tersebut. Meski belum masuk jajaran terdepan, hasil FP1 Moto3 Belanda 2026 memberi sinyal positif bahwa Veda memiliki ritme balap yang kompetitif.

Dengan masih tersisa sesi latihan berikutnya serta kualifikasi, peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar.

Sumber : Jawa Pos

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *