BATAMBREAKING NEWSPOLITIK

50 Paskibraka Batam Resmi Dikukuhkan, 20 Hari Digembleng untuk Tugas Negara

Sebanyak 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Batam Tahun 2026 resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Golden Prawn, Bengkong, Sabtu (15/8/2026). F-ist

BATAM, (Kepriraya.com)— Sebanyak 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Batam Tahun 2026 resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Golden Prawn, Bengkong, Sabtu (15/8/2026).

Pengukuhan ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan dan pelatihan selama 20 hari yang telah dijalani para calon Paskibraka. Setelah melewati berbagai tahapan pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, dan karakter, mereka kini siap mengemban tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Dalam prosesi tersebut, Amsakar memasangkan kendit serta menyematkan lencana Merah Putih/Garuda kepada para anggota. Penyematan itu menandai perubahan status mereka dari calon menjadi Paskibraka Kota Batam Tahun 2026.

Di hadapan para Paskibraka, Amsakar menegaskan bahwa tugas yang mereka emban bukan sekadar mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih. Lebih dari itu, proses panjang yang telah dilalui merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berjiwa nasionalis, serta memiliki kesiapan untuk menjadi pemimpin.

“Selama 20 hari, adik-adik telah menjalani pendidikan dan pelatihan. Belajar mandiri, terpisah dari orang tua, sekaligus menguatkan mental dan fisik,” kata Amsakar.

Menurutnya, pengalaman selama mengikuti pelatihan hendaknya tidak berhenti ketika masa tugas Paskibraka berakhir. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat kebangsaan harus menjadi bekal yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Para Paskibraka ditempa melalui latihan yang tidak ringan. Mereka berlatih bersama pelatih dari unsur TNI dan Polri, para senior, pembina, hingga pamong. Teriknya matahari maupun hujan yang turun selama latihan menjadi bagian dari proses untuk membangun mental dan fisik yang kuat sebelum menjalankan tugas negara.

Karena itu, Amsakar meminta seluruh anggota benar-benar memaknai ikrar yang telah mereka ucapkan. Menurutnya, ikrar tersebut tidak boleh hanya menjadi rangkaian kata yang diucapkan dalam sebuah prosesi pengukuhan.

“Ikrar yang telah diucapkan jangan hanya menjadi bagian dari upacara. Tanamkan dalam jiwa dan terapkan dalam kehidupan,” tegasnya.

Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pembinaan Paskibraka, mulai dari panitia, pelatih, pembina, tim medis, hingga pamong.

Ia berharap seluruh proses pendidikan dan pelatihan yang telah dijalani selama 20 hari dapat menjadi modal berharga bagi para Paskibraka dalam menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Semoga adik-adik dapat melaksanakan tugas dengan baik dan tampil sempurna pada 17 Agustus nanti,” ujarnya.

Dengan dikukuhkannya 50 Paskibraka tersebut, seluruh anggota kini berada pada tahap akhir sebelum menjalankan tugas penting di hadapan masyarakat Batam. Bagi mereka, pengibaran Sang Merah Putih pada 17 Agustus bukan hanya sebuah seremoni, tetapi juga momentum untuk menunjukkan hasil dari 20 hari perjuangan, kedisiplinan, dan pengabdian yang telah mereka jalani. (*)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *