BREAKING NEWSLINGGA

Empat Hari Antre Pertalite di Dabo Singkep, Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Cari Solusi

Tampak Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, belum juga berakhir. Memasuki hari keempat, Kamis (17/9/2026), f-Ist

LINGGA, (Keprirayacom) – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, belum juga berakhir. Memasuki hari keempat, Kamis (17/9/2026), ratusan kendaraan kembali mengular dan membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Kondisi ini mendapat sorotan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga, Armanto Arsyad. Ia meminta pemerintah daerah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut karena BBM menjadi kebutuhan penting bagi aktivitas masyarakat.

Armanto mendorong Pemerintah Kabupaten Lingga segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi, termasuk mempertimbangkan operasional SPBU selama 24 jam.

“Harusnya ada upaya konkret dari Pemkab Lingga untuk segera mengatasi kondisi ini,” kata Armanto, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, antrean yang mengular hingga berjam-jam berpotensi meningkatkan kekecewaan masyarakat. Apalagi, pengendara yang sudah lama berada dalam antrean bisa tidak mendapatkan BBM apabila pelayanan SPBU berakhir sebelum seluruh kendaraan terlayani.

“Kekecewaan ini jika dibiarkan akan berpotensi menimbulkan kericuhan,” ujarnya.

Ia menilai persoalan tersebut semakin terasa setelah masyarakat tidak lagi dapat mengandalkan penjualan BBM bersubsidi secara eceran sebagai alternatif ketika kesulitan memperoleh BBM di SPBU.

“Kondisi semakin terasa karena SPBU Dabo Singkep menjadi satu-satunya SPBU yang melayani kebutuhan BBM masyarakat di Kabupaten Lingga,” tuturnya.

Ekonomi Masyarakat Bisa Terganggu

Armanto mengingatkan, persoalan BBM tidak sekadar menyangkut antrean kendaraan. Bagi masyarakat Lingga, BBM berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Nelayan membutuhkan BBM untuk melaut, pedagang membutuhkan kendaraan untuk menjalankan usaha, sementara masyarakat lainnya membutuhkan bahan bakar untuk bekerja dan beraktivitas.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera memastikan distribusi dan pelayanan BBM berjalan sehingga masyarakat tidak terus kehilangan waktu produktif hanya untuk mengantre.

“Pemkab Lingga dan Pemprov Kepri harus segera mencari solusi terkait hal ini. Jika terus dibiarkan maka perekonomian masyarakat di Kabupaten Lingga akan mati,” tegasnya.

Sementara itu, panjangnya antrean membuat personel Polsek Dabo Singkep turun melakukan pengamanan di sekitar SPBU.

Polisi melakukan patroli dialogis serta mengatur arus kendaraan untuk menjaga antrean tetap tertib. Pengaturan juga dilakukan agar kendaraan yang mengantre tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Antrean yang telah berlangsung selama empat hari tersebut kini menjadi persoalan yang ditunggu penyelesaiannya oleh masyarakat, terutama terkait kepastian pasokan dan pola pelayanan BBM di SPBU Dabo Singkep. (Jki)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *