Pemko Batam Salurkan Insentif Rp7,92 Miliar untuk 2.640 Tokoh Agama

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, menyerahkan secara simbolis insentif periode Juli hingga September 2026 kepada perwakilan tokoh agama di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Jumat (9/10/2026) siang.
BATAM (Kepriraya.com) – Pemerintah Kota Batam menyalurkan insentif kepada 2.640 tokoh agama yang tergabung dalam Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), dan Badan Musyawarah Guru Alquran (BMGQ) di Kecamatan Sekupang, Sagulung, Batuaji, dan Bulang.
Penyaluran insentif tersebut ditandai dengan kegiatan silaturahmi dan penandatanganan amprah di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Jumat (9/10/2026) siang.
Mewakili Wali Kota Batam, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, menyerahkan secara simbolis insentif periode Juli hingga September 2026 kepada perwakilan tokoh agama.
Setiap penerima memperoleh Rp3 juta untuk tiga bulan, atau Rp1 juta per bulan. Dengan total 2.640 penerima, anggaran insentif yang disalurkan mencapai Rp7,92 miliar.
Yusfa menyampaikan apresiasi Wali Kota Batam kepada para imam masjid, mubalig, dan guru Alquran yang selama ini berperan dalam membina kehidupan keagamaan serta membentuk karakter masyarakat.
Menurutnya, kemajuan Batam sebagai Bandar Dunia Madani tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus diiringi dengan penguatan moral, akhlak, dan kepedulian sosial masyarakat.
“Kemajuan kota juga ditentukan oleh masyarakat yang berakhlak mulia dan peduli sosial. Di sinilah peran strategis imam, mubalig, dan guru Alquran,” ujarnya.
Ia berharap insentif tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian para tokoh agama, tetapi juga memperkuat kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Yusfa juga mendorong para tokoh agama memanfaatkan mimbar masjid, majelis taklim, dan kegiatan pengajian untuk mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, mencegah banjir, serta meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan air bersih.
Menurutnya, berbagai persoalan perkotaan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri.
Berdasarkan data penerima, BMGQ menjadi kelompok dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 1.946 orang. Sementara itu, IPIM menerima insentif untuk 455 orang dan PMB sebanyak 239 orang.
Secara keseluruhan, penerima tersebar di Kecamatan Sagulung, Batuaji, Sekupang, dan Bulang.
Melalui penyaluran insentif ini, Pemko Batam berharap sinergi dengan tokoh agama semakin kuat dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan peduli lingkungan, sehingga pembangunan fisik dan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat. (Zuk)

