Merawat Jejak Sejarah, Kenduri Merohom Bukit Batu Tetap Hidup di Tanah Bintan

Tradisi ziarah Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (16/1/2026) F-ist
BINTAN, (kepriraya.com) – Di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, ratusan masyarakat berkumpul dalam suasana khidmat untuk mengikuti Kenduri Merohom Bukit Batu, Jumat (16/1/2026).
Tradisi ziarah yang telah diwariskan turun-temurun ini menjadi simbol kuat hubungan masyarakat Melayu Bintan dengan sejarah dan nilai-nilai keislaman.
Merohom, yang juga dikenal sebagai Marhom atau Marhum, merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap 27 Rajab. Masyarakat datang membawa nasi kuning, telur ganjil, serta bunga warna-warni atau bunge telo, sebagai perlambang doa, penghormatan, dan pengharapan yang berakar dari ajaran Islam dan adat Melayu.
Kompleks makam ini merupakan tempat peristirahatan keluarga Kerajaan Bentan, dengan enam makam tokoh penting di dalamnya, yakni Budayana, Wan Pok (Wan Empuk), Wan Malani, Wan Sri Beni, Tok Telani, dan Tok Hile (Tok Kelaun).
Hingga kini, masyarakat sekitar terus menjaga kelestarian kawasan tersebut dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bintan.
Upaya pelestarian tersebut akhirnya membuahkan pengakuan nasional. Pada 15 Desember 2025, Kenduri Merohom Bukit Batu resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB) oleh Menteri Kebudayaan RI.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pengakuan ini menjadi penyemangat baru dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi warisan nilai dan jati diri Melayu yang harus terus dijaga dan diwariskan. Takkan Melayu hilang di bumi,” ujarnya.
Ritual doa bersama yang dipimpin Ketua Kampung diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh para penziarah.
Peserta tidak hanya berasal dari Bintan, tetapi juga datang dari daerah lain seperti Tanjungpinang dan Batam, menandakan kuatnya ikatan budaya dan sejarah yang terjalin lintas wilayah.
Selain memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan, Kenduri Merohom Bukit Batu juga dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya dan religi, sekaligus memperkaya khazanah pariwisata Kabupaten Bintan yang berbasis pada sejarah dan kearifan lokal. (Msy)

