BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Jadi Narasumber Manasik Haji, Erizal Tekankan Makna Haji Mabrur dan Disiplin Jemaah

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Erizal, ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji bagi Jemaah Haji Reguler Tahun 1447 Hijriah/2026 di Aula Lantai II Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tanjungpinang, Jalan Daeng Kamboja Km 24, Kelurahan Kampung Bugis, Senin (9/2/2026) F-Kemenag TPI

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Erizal, menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji bagi Jemaah Haji Reguler Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tanjungpinang.


Kegiatan manasik haji tingkat Kecamatan Tanjungpinang Timur ini berlangsung di Aula Lantai II Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tanjungpinang, Jalan Daeng Kamboja Km 24, Kelurahan Kampung Bugis, Senin (9/2/2026), dan diikuti oleh 73 orang Jemaah Calon Haji (JCH).


Dalam pemaparannya, Erizal menegaskan bahwa ibadah haji tidak sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menuntut keikhlasan, kedisiplinan, kesiapan mental, serta akhlak yang mulia.


Ia menjelaskan secara komprehensif tentang tiga tingkatan haji, yang menjadi tolok ukur kualitas ibadah seorang jemaah.


“Yang pertama adalah Haji Mabrur, yaitu haji yang diterima oleh Allah SWT karena dilaksanakan dengan ikhlas, sesuai tuntunan sunnah, serta menggunakan harta yang halal. Ciri utamanya terlihat dari perubahan akhlak setelah pulang, menjadi pribadi yang lebih taat, santun dalam bertutur kata, dan memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi. Balasannya tidak lain adalah surga,” ujar Erizal.


Tingkatan kedua, lanjutnya, adalah Haji Makbul, yakni haji yang sah dan diterima secara ibadah, namun belum memberikan dampak signifikan terhadap perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Haji ini sebatas menggugurkan kewajiban tanpa peningkatan kualitas iman yang nyata.


“Sementara Haji Mardud adalah haji yang ditolak oleh Allah SWT. Hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan harta yang tidak halal, banyaknya perbuatan maksiat selama berhaji, atau tidak terpenuhinya rukun dan syarat haji. Tandanya, sepulang dari Tanah Suci tidak ada perubahan ke arah kebaikan,” tegasnya.


Selain materi ibadah, Erizal juga memberikan sejumlah imbauan teknis dan kesehatan kepada para jemaah. Ia mengingatkan agar JCH mematuhi ketentuan penerbangan dan regulasi Arab Saudi, termasuk larangan membawa barang-barang tertentu.


“Obat-obatan tidak boleh dibawa sembarangan. Harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan petugas kesehatan. Jangan ragu melapor jika ada kendala kesehatan,” pesannya.


Terkait konsumsi selama di Tanah Suci, Erizal meminta jemaah tidak perlu khawatir karena seluruh makanan telah disiapkan sesuai standar dan terjamin kebersihannya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga barang bawaan pribadi agar tidak hilang selama perjalanan ibadah.


Dalam kesempatan tersebut, Erizal turut memberikan gambaran rangkaian ibadah dan kunjungan di Kota Madinah, mulai dari ziarah ke makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, ziarah ke Baqi, pelaksanaan Arba’in, Raudhah, hingga city tour.
Secara khusus, Erizal menekankan keutamaan Raudhah, yang dikenal sebagai taman surga.


“Raudhah adalah taman surga. Berdoalah Bapak dan Ibu,” tutupnya. (Zuk)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *