BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian ke Ahli Waris Nelayan di Bintan Diterkam Buaya

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Iwan Kurniawan, saat menyerahkan secara simbolis manfaat santunan JKK Meninggal dunia di Desa Tembeling, bersama DKP Kabupaten Bintan Kepada Ahli waris nelayan meninggal karena di terkam buaya di Kelurahan Tembeling Tanjung, Rabu (18/02/2026) f-Ist

BINTAN, (Kepriraya.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Tanjungpinang memberikan santunan kematian sebesar Rp.70 juta kepada ahli waris seorang nelayan di Kampung Tembeling, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan yang meninggal dunia dalam bekerja, Rabu (18/02/2026)

Penyaluran santunan kematian tersebut langsung diserahkan oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Iwan Kurniawan kepada
ahli waris atas nama Sanjah (ayah almarhum), juga Tiase ( ibu almarhum) beserta adik dan kakak almarhum Imran bin H Sanjah (34), meninggal dunia setelah diterkam buaya, pada Jumat (16/01/2026) dini hari.

Kegiatan santunan tersebut disaksikan juga oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bintan, M. fachrimsyah S.P M.M, Analisa Kenelayanan, Samsuar, S.Pi berlangsung di Desa Tembeling, RT 001, RW 001 Kelurahan Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Iwan Kurniawan mengatakan, Penyerahan Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) ini merupakan kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan pemerintah daerah dalam bentuk kepedulian terhadap peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja.

“Pemberian santunan kematian kepada ahli waris nelayan di Tembeling Bintan ini merupakan salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan jaminan kepada keluarga korban yang mengalami kecelakaan ataupun meninggal dunia,”tutur Iwan Kurniawan.

Dikabarkan sebelumnya, seorang nelayan di Kampung Tembeling, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Imran bin H Sanjah (34), meninggal dunia setelah diterkam buaya, Jumat (16/01/2026) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. Saat kejadian, korban tengah duduk di atas sampannya sambil membereskan jaring sebelum melaut.

Namun pada saat kejadian, korban sempat berteriak meminta tolong ketika buaya tiba-tiba menariknya ke laut.

Teriakan korban didengar oleh abang kandungnya, Jali, yang langsung keluar rumah sambil membawa parang. Namun, ia mengurungkan niat menyerang buaya karena khawatir melukai adiknya.

Warga sekitar sempat melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 04.45 WIB, atau setelah azan Subuh, dalam kondisi meninggal dunia, sekitar lima meter dari lokasi awal diterkam, tepatnya di bawah atap tempat sampan yang roboh. (fnl)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *