BREAKING NEWSKARIMUN

JUMLAH HEWAN KURBAN DI KARIMUN NAIK PESAT TAHUN 2026, BUPATI ISKANDARSYAH: TANDA EKONOMI MEMBAIK DAN KEPEDEULIAN WARGA SEMAKIN TINGGI

Advetotial

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, saat menghadiri Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah / 2026 Masehi di salah satu mesjid di Karimun.

KARIMUN, (kepriraya.com) – Suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah / 2026 Masehi di seluruh Karimun terasa lebih meriah tahun ini. Mulai dari masjid, surau, hingga tempat penyembelihan hewan, terlihat warga yang lebih ramai dan bersemangat dibanding tahun lalu. Salah satu bukti nyata kemeriahan itu adalah bertambahnya jumlah hewan kurban yang disembelih dan dibagikan ke masyarakat.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, sampai hari ini tercatat ada 655 ekor sapi dan 908 ekor kambing yang dikurbankan di berbagai kecamatan. Jumlah ini jelas naik dibanding tahun 2025, di mana tercatat ada 546 ekor sapi dan 845 ekor kambing.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, sangat mengapresiasi kenaikan ini dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurut beliau, angka ini bukan sekadar catatan biasa, tapi bukti nyata bahwa warga Karimun makin sadar beribadah dan makin gemar berbagi dengan sesama.

“Alhamdulillah, kami sudah dapat laporan dari Kepala Dinas Pangan dan Pertanian. Jumlah hewan kurban tahun ini jelas bertambah banyak dibanding tahun lalu,” kata Bupati Iskandarsyah.

Sambutan Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, sebelumnya pemotongan hewan kurban

Beliau juga mengingatkan bahwa angka ini masih bisa bertambah, karena pencatatan di lapangan masih berjalan di beberapa tempat.

“Jumlah ini masih bisa naik lagi. Tapi dari data yang sudah masuk dan diperiksa sampai hari ini, kenaikannya sudah sangat terasa dan membanggakan,” tambahnya.

Bagi Pemerintah Karimun, bertambahnya jumlah hewan kurban punya arti yang lebih dalam. Momen Iduladha ini menjadi gambaran keadaan sosial dan ekonomi daerah. Bupati menilai, kemampuan warga untuk ikut berkurban menunjukkan bahwa ekonomi dan penghasilan masyarakat di Karimun makin membaik.

“Kami melihat dua hal penting dari data ini. Pertama, warga makin banyak yang mau menjalankan perintah agama. Kedua, ini bukti ekonomi dan penghasilan masyarakat Karimun makin stabil dan membaik, sehingga makin banyak yang mampu berkurban,” jelasnya.

Meski senang dengan kenaikan jumlah itu, Bupati Iskandarsyah kembali mengingatkan makna sesungguhnya dari ibadah kurban, yaitu rasa kemanusiaan dan kepedulian. Bagi beliau, yang paling penting bukan banyak atau sedikit hewannya, tapi seberapa besar manfaatnya bagi orang yang membutuhkan.

“Inti kurban itu adalah semangat berbagi dan peduli. Bagi kami, bukan soal mau cetak rekor jumlah hewan, tapi bagaimana rasa agama dan rasa sosial warga terus tumbuh. Lewat kurban ini, saudara kita yang kurang mampu juga bisa ikut merasakan kebahagiaan di Hari Raya,” tegas beliau.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban

Di berbagai pelosok Karimun, pembagian daging kurban sudah berjalan sejak pagi. Warga tampak antusias tapi tetap tertib menerima bagiannya. Sementara itu, para panitia bekerja sama bergotong royong agar pembagian berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran.

Kenaikan jumlah kurban tahun ini membuktikan bahwa tradisi baik dan rasa persaudaraan warga Karimun tetap terjaga kuat. Meskipun pernah menghadapi berbagai tantangan ekonomi, semangat kebersamaan dan kepedulian warga justru makin tumbuh dan kuat, sejalan dengan kemajuan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai agama dan budaya. (*)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *