FKPT Apresiasi Kepri Masuk Tiga Besar Nasional Indeks Kerukunan Umat Beragama

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepri, Dr. Lamidi
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan data terbaru Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kepri, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri mencapai 83,68 poin, menempatkan daerah ini di tiga besar nasional sekaligus menjadi salah satu yang tertinggi di Pulau Sumatera.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepri, Dr. Lamidi. Menurutnya, skor IKUB Kepri yang jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 77,89 poin menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Kepri mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Angka ini mencerminkan tingginya tingkat toleransi dan keharmonisan sosial yang tumbuh di tengah masyarakat Kepulauan Riau yang majemuk,” ujar Lamidi, Jumat (19/6/2026).
Lamidi menjelaskan, penilaian IKUB didasarkan pada tiga dimensi utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama. Tingginya indeks tersebut juga didukung oleh empat indikator penting dalam penguatan moderasi beragama.
Keempat indikator itu meliputi komitmen kebangsaan yang menjunjung tinggi nilai Pancasila dan UUD 1945, toleransi dalam menghormati keyakinan dan hak umat agama lain, anti-kekerasan dengan menolak segala bentuk ekstremisme, serta akomodatif terhadap budaya lokal yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
Menurut Lamidi, capaian ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga elemen pemuda yang terus menjaga ruang dialog dan kebersamaan di Kepri.
“FKPT sangat berkepentingan menjaga tingkat moderasi yang tinggi di wilayah ini. Karena itu kami terus bersinergi dengan seluruh pihak melalui berbagai program dan kegiatan untuk mewujudkan Kepulauan Riau yang aman, damai, kuat, dan terbebas dari paham radikalisme,” katanya.
Selain mencatat skor IKUB yang tinggi, Kepri juga menunjukkan perkembangan positif dalam upaya pencegahan radikalisme. Berdasarkan survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Indeks Potensi Radikalisme Kepri berada pada angka 13,1, relatif stabil dibandingkan tahun 2024 dan menurun dari tahun 2023 yang mencapai 13,7.
Bagi Lamidi, kondisi ini menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah. Stabilitas sosial dan kerukunan yang terjaga dinilai menjadi fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, serta kesejahteraan masyarakat.
“Tentu kita berharap Kepri ke depan tetap terjaga di semua sisi. Sebab keberhasilan program pembangunan membutuhkan situasi yang aman, stabil, dan kondusif. Kerukunan yang sudah terbangun harus terus dirawat bersama,” tutupnya. (Pul)

