Wisman ke Kepri Semester I 2026 Tembus 1,04 Juta, Tumbuh 12,24 PersenMenulis

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kepri mencapai 1.040.914 orang, atau tumbuh 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Sektor pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kepri mencapai 1.040.914 orang, atau tumbuh 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, pada Juni 2026 tercatat sebanyak 203.899 kunjungan wisman. Angka ini memang mengalami penurunan 3,82 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 210.737 kunjungan, serta turun 5,50 persen dibandingkan Juni 2025 sebanyak 215.722 kunjungan.
Meski demikian, secara kumulatif semester pertama 2026, performa pariwisata Kepri tetap berada di jalur pertumbuhan yang positif. Jumlah kunjungan sepanjang enam bulan pertama tahun ini telah melampaui satu juta wisatawan asing.
Sepanjang semester I 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 158.338 orang pada Januari, 169.151 pada Februari, 151.736 pada Maret, 147.053 pada April, kemudian meningkat tajam menjadi 210.737 pada Mei, sebelum sedikit terkoreksi menjadi 203.899 pada Juni.
Koreksi pada Juni dipengaruhi oleh perubahan pola perjalanan wisatawan dari sejumlah negara. Kunjungan wisatawan asal Singapura justru meningkat signifikan dari 84.547 menjadi 102.524 orang. Namun peningkatan tersebut belum mampu menutupi penurunan wisatawan dari Malaysia yang turun dari 71.752 menjadi 51.049 orang, disusul wisatawan asal Tiongkok, India, dan Korea Selatan yang juga mengalami penurunan.
Selain dipengaruhi pola libur sekolah di negara tetangga, dinamika kunjungan wisatawan juga dipengaruhi faktor eksternal seperti kondisi industri penerbangan internasional dan meningkatnya biaya aviasi akibat konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, ketergantungan Kepri terhadap pasar Singapura dan Malaysia membuat pergerakan kunjungan sangat dipengaruhi kalender libur, harga tiket feri, penyelenggaraan event, serta promosi paket wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, mengatakan capaian lebih dari satu juta kunjungan wisman pada semester pertama menjadi modal penting untuk menjaga optimisme sektor pariwisata hingga akhir tahun.
“Kita tentu mencermati penurunan kunjungan pada Juni secara bulanan maupun tahunan. Namun yang juga harus kita lihat adalah gambaran besarnya. Secara kumulatif Januari hingga Juni 2026, kunjungan wisman ke Kepri tumbuh 12,24 persen dan telah menembus 1,04 juta kunjungan. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan minat wisatawan terhadap Kepri tetap kuat,” ujarnya.
Menurut Hasan, pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan sektor pariwisata memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Target kita bukan sekadar mengejar angka kunjungan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pariwisata memberikan dampak nyata kepada hotel, restoran, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, transportasi, pemandu wisata, hingga masyarakat di destinasi.
Karena pada akhirnya, keberhasilan pariwisata harus dirasakan oleh masyarakat Kepri,” katanya.
Dengan posisi strategis sebagai gerbang wisata internasional Indonesia, didukung konektivitas lintas batas yang kuat dan tren pertumbuhan kunjungan yang tetap positif, Kepri optimistis mampu mempertahankan momentum pariwisata pada semester kedua 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di tingkat global. (BPres)

