Mahasiswa Diajak Perkuat Nilai Kebangsaan Lewat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Batam

Mahasiswa saat mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota MPR RI Randi Zulmariadi di Rumah Aspirasi Randi Zulmariadi, Batam, Jumat (11/9/2026). f-Ist
BATAM, (Kepriraya.com) – Mahasiswa diajak memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota MPR RI Randi Zulmariadi di Rumah Aspirasi Randi Zulmariadi, Batam, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara Randi dan mahasiswa untuk membahas kembali empat landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Randi mengatakan, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai generasi intelektual yang tidak hanya dituntut memahami berbagai persoalan bangsa, tetapi juga diharapkan mampu mengambil peran dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan nasional.
“Mahasiswa merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila, konstitusi, persatuan dalam bingkai NKRI, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus diperkuat. Nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Randi.
Menurutnya, Empat Pilar MPR RI tidak seharusnya berhenti sebagai materi sosialisasi. Nilai-nilai tersebut perlu menjadi pedoman bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Salah satu tantangan yang turut disoroti adalah perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan bagi generasi muda dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut membutuhkan kemampuan berpikir kritis serta kesadaran untuk menjaga etika dan menghargai perbedaan.
“Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Yang harus kita bangun adalah bagaimana perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan. Mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun ruang dialog yang sehat, kritis, dan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Sosialisasi berlangsung dalam suasana dialogis. Mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait berbagai persoalan kebangsaan.
Sejumlah isu seperti kehidupan demokrasi, peran generasi muda, perkembangan teknologi, serta tantangan menjaga persatuan di tengah keberagaman menjadi bagian dari diskusi.
Pola dialog tersebut diharapkan membuat sosialisasi Empat Pilar tidak berlangsung satu arah. Mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan wakil rakyat sekaligus menyampaikan perspektif generasi muda terhadap berbagai persoalan yang berkembang.
Randi menilai penguatan nilai kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Generasi muda, kata dia, perlu mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan demokrasi, serta berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.
Rumah Aspirasi Randi Zulmariadi juga diharapkan dapat terus menjadi ruang interaksi antara masyarakat dan wakil rakyat, khususnya bagi generasi muda, baik untuk menyampaikan aspirasi maupun mendiskusikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. (*)

