Jawab Arahan Prabowo, Amsakar-Li Claudia Percepat Reformasi Investasi Batam, Realisasi Melonjak 72,83 Persen

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam wawancara khusus program Profit di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026) f-Ist
BATAM, (kepriraya.com) – Pemerintah Kota Batam dan BP Batam bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyederhanakan pelayanan kepada dunia usaha. Langkah tersebut mulai membuahkan hasil dengan melonjaknya realisasi investasi Batam hingga 72,83 persen sepanjang 2025.
Hal itu disampaikan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam wawancara khusus program Profit di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
Amsakar mengatakan, bersama Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, pihaknya melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan investasi guna menciptakan kepastian hukum dan mempercepat proses perizinan.
Salah satu capaian paling signifikan adalah percepatan proses persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Jika sebelumnya membutuhkan waktu antara enam bulan hingga dua tahun, kini rata-rata dapat diselesaikan hanya dalam 38 hari.
Selain itu, proses Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) juga dipangkas menjadi sekitar dua bulan.
Menurut Amsakar, percepatan birokrasi tersebut memberikan dampak nyata terhadap kepercayaan investor. Realisasi investasi Batam pada 2025 mencapai Rp44,01 triliun, meningkat dari Rp25,46 triliun pada 2024 atau tumbuh 72,83 persen.
Capaian tersebut juga melampaui target investasi sebesar Rp36,9 triliun, dengan tingkat realisasi mencapai 118,87 persen.
“Kami diminta Presiden untuk menyederhanakan pelayanan kepada dunia usaha. Itu yang terus kami lakukan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan berusaha di Batam,” ujar Amsakar.
Amsakar juga mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto selama sekitar satu jam 45 menit pada pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Presiden menegaskan pentingnya menjaga daya saing Batam melalui penyederhanaan perizinan, percepatan pelayanan, serta pengembangan pelabuhan berstandar internasional agar mampu memaksimalkan potensi strategis Selat Malaka.
Presiden juga meminta Batam tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, BP Batam turut menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi pada masa transisi kewenangan perizinan dari kementerian dan lembaga.
Pemerintah berharap implementasi berbagai regulasi, termasuk PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025, dapat semakin mempercepat pelayanan investasi.
“Perhatian Presiden menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam menjadi lebih tinggi. Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan kinerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha,” tutup Amsakar. (Asf)

