Tenun Karimun Dibidik Jadi Produk Unggulan, Bupati dan Wabup Buka Pelatihan Sekaligus Sambut Wisatawan Malaysia

Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah, didampingi Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, S.Sos., Saat menghadiri acara Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Industri Tenun Tradisional, Senin (10/8/2026). f-Ist
KARIMUN, (kepriraya.com) – Kain tenun tradisional Melayu tak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mulai didorong menjadi sumber ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Karimun. Upaya tersebut ditandai dengan dibukanya Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Industri Tenun Tradisional, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun itu dibuka langsung oleh Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah, didampingi Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, S.Sos., M.M.
Pelatihan yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun tersebut diikuti 20 peserta lokal dan berlangsung selama tiga hari.
Tidak sekadar mengajarkan keterampilan menenun, program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk menjaga agar tradisi tenun Melayu tetap hidup sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Bagi Karimun, pengembangan industri tenun memiliki dua sisi penting. Di satu sisi, ia menjaga identitas dan warisan budaya Melayu. Di sisi lain, keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai jual dan berpotensi mendukung sektor pariwisata.
Menariknya, pembukaan pelatihan kali ini berlangsung bersamaan dengan silaturahmi bersama rombongan wisatawan asal Malaysia yang difasilitasi LAM Kabupaten Karimun.
Rombongan dari negara jiran tersebut terdiri dari kelompok pensiunan guru, dosen hingga mahasiswa. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri karena para wisatawan tidak hanya datang menikmati suasana Karimun, tetapi juga berkesempatan melihat langsung aktivitas pelestarian budaya Melayu yang dilakukan masyarakat setempat.
Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah mengatakan pelatihan tenun merupakan langkah strategis untuk mencetak perajin baru yang memiliki keterampilan dan mampu berkembang secara mandiri.
Menurutnya, pengembangan tenun harus diarahkan tidak hanya sebagai upaya mempertahankan tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Kehadiran wisatawan Malaysia pada momentum tersebut, lanjutnya, juga membuka peluang promosi bagi produk-produk kerajinan khas Karimun.
“Pelatihan ini kita harapkan dapat melahirkan perajin-perajin baru yang mandiri. Tenun bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana warisan tersebut bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga melihat kedatangan wisatawan Malaysia sebagai momentum untuk memperkenalkan lebih jauh potensi budaya dan produk lokal Karimun kepada masyarakat luar negeri.
Apalagi, Karimun memiliki kedekatan historis dan kultural dengan Malaysia sebagai bagian dari rumpun Melayu.
Karena itu, interaksi budaya melalui kegiatan seperti ini dinilai dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan masyarakat serumpun sekaligus membuka peluang lebih luas bagi promosi pariwisata dan produk ekonomi kreatif Karimun.
Di tengah persaingan produk kerajinan yang semakin luas, tenun Karimun diharapkan memiliki identitas dan ciri khas tersendiri sehingga mampu menjadi salah satu produk unggulan daerah.
Pemerintah daerah pun mendorong agar keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilannya menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.
Sementara itu, momentum kunjungan wisatawan Malaysia juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Karimun memiliki potensi untuk menjadi bagian dari pengalaman wisata.
Tenun, budaya dan pariwisata kini dipertemukan dalam satu ruang.
Dari tangan para perajin lokal, warisan Melayu diharapkan tidak hanya tetap hidup di tengah masyarakat, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dan dikenal hingga mancanegara.
Kegiatan pembukaan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama serta peninjauan fasilitas pelatihan oleh Bupati dan Wakil Bupati Karimun bersama kepala dinas terkait, pengurus LAM Kabupaten Karimun dan para tamu undangan.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun berharap industri tenun tradisional semakin berkembang, generasi muda semakin tertarik mempelajari keterampilan warisan leluhur, dan produk tenun lokal mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif sekaligus daya tarik wisata budaya Karimun. (*)

