BREAKING NEWSLINGGA

Pemuda Pancasila Lingga Minta Dispensasi Pengiriman Sembako, Pasokan Mulai Langka

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga, Arman Arsyad, Dok: jki

LINGGA (Kepriraya.com) – Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga, Arman Arsyad, meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama instansi terkait memberikan kemudahan regulasi atau dispensasi terhadap pengiriman bahan kebutuhan pokok (sembako) ke Kabupaten Lingga.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul mulai langkanya sejumlah kebutuhan pokok di Lingga yang dinilai turut dipicu rumitnya regulasi dan jalur distribusi dari daerah pemasok seperti Batam, Tanjungpinang dan Jambi.

Arman mengatakan, persoalan distribusi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.

“Regulasi berbelit menjadi salah satu pemicu utama kelangkaan dan lonjakan harga sembako. Hal ini mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Lingga. Aturan dan birokrasi yang terlalu rumit menyebabkan arus pasokan dari Kota Batam, Tanjungpinang dan Jambi menjadi terhambat,” kata Arman, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi geografis Lingga sebagai daerah kepulauan yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi dari daerah lain.

Ia menyoroti aturan Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ) di Batam yang berkaitan dengan lalu lintas barang, termasuk ketentuan kepabeanan yang menurutnya dapat memengaruhi kelancaran pasokan sembako menuju Lingga.

“Kita minta adanya dispensasi karena Batam menjadi salah satu daerah pemasok utama barang kebutuhan di Kabupaten Lingga,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku usaha di Lingga saat ini menghadapi berbagai kendala birokrasi ketika mendatangkan sembako dari luar daerah, khususnya dari Batam.

Menurut Arman, tambahan biaya akibat ketentuan perpajakan serta proses birokrasi yang panjang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap harga barang ketika sampai di Lingga.

“Saat ini ekonomi masyarakat tengah sulit, jangan lagi dibebankan dengan tingginya harga sembako,” tegasnya.

Tak hanya sembako, Arman juga menyoroti tingginya harga sejumlah barang pendukung usaha masyarakat. Salah satunya adalah pakan udang vaname yang menjadi kebutuhan penting bagi petambak di Lingga.

“Para petambak sudah mengeluhkan tingginya harga pakan udang vaname. Hal ini tentu mengganggu penghasilan bagi petambak,” katanya.

Ia berharap Pemprov Kepri bersama instansi terkait dapat mencari solusi berupa kebijakan khusus maupun diskresi dalam jalur distribusi kebutuhan pokok ke Lingga.

Arman menilai kebijakan distribusi perlu mempertimbangkan karakteristik daerah kepulauan sehingga aturan yang berlaku tidak justru menghambat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Jika aturan dipukul rata tanpa mempertimbangkan kebutuhan dasar daerah kepulauan, pasokan logistik ke Lingga rentan mengalami kelangkaan,” imbuhnya. (Jki)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *