Sejarah Pilkada di Bintan Tahun ini Paling Buruk

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Pilkada Bintan tahun 2024 adalah paling buruk dalam sejarah, karena hanya satu calon. Sebelumnya pilkada di bintan kompetitif.
Demikian dikatakan pengamat politik yang juga Direktur Public Trust Institute Perwakilan Kepri, Robby Patria, kepada media ini melalui pesan WA, Kamis,(10/10/2024).

Terkait fenomena kotak kosong di berbagai daerah di Indonesia yang kita ketahui, memang yang paling banyak di tahun ini, yakni awalnya 48 daerah, kemudian setelah ada perubahan peraturan, dan tambahan waktu menyusut menjadi 41 daerah, dimana 40 adalah daerah kabupaten kota termasuk Bintan .
Meskipun di Kepulauan Riau hanya satu daerah, yakni Bintan, jauh lebih sedikit dibandingkan daerah lainnya seperti di Jawa Timur yang terdapat 5 daerah, bahkan Sumatra Utara yang berjumlah 6 daerah, namun fenomena di Bintan tetap menjadi perhatian pengamat.
Khusu Kabupaten Bintan, menurut Robby, hal ini disebabkan dua keluarga secara turun temurun ingin berkuasa di Bintan. “Sehingga melakukan apa saja agar mereka tetap terus berkuasa walaupun akhirnya mematikan demokrasi”, kata pengurus ICMI Pusat di Komisi Media, Data dan Industri 4.0 tersebut.
Menurut mantan Ketua KPU Tanjungpinang tersebut, situasi perpolitikan di Bintan sangat memprihatikan. Kualitas demokrasi di Bintan masih rendah dibandingkan 6 Kabupaten Kota lainnya di Kepri.
“Ada salah satu Kabupaten di Kepri yang hanya memiliki jumlah kurang lebih 35 ribu orang saja, tapi mampu memunculkan 4 pasangan calon”, pungkasnya.
Wartawan : Mr. M U

