BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Guncang Fajar, Kemenag bersama Baznas Tanjungpinang Serukan Zakat, Infaq dan Wakaf dari Masjid Al Muhajirin

Kemenag bersama Baznas Tanjungpinang Serukan Zakat, Infaq dan Wakaf dari Masjid Al Muhajirin. Ahad (01/03/2026) dini hari.

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) — Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Tanjungpinang tampil beda dan menggugah. Jika biasanya digelar menjelang berbuka, kali ini rombongan Safari Ramadan memilih waktu yang tak lazim yaitu dilaksanakan di waktu subuh (salat subuh berjemaah).

Ahad (01/03/2026) dini hari, suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Muhajirin, Jalan Potong Lembu, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Fajar belum tinggi, namun barisan jemaah telah rapat memenuhi saf. Di antara mereka hadir rombongan dari Kementerian Agama Kota Tanjungpinang bersama Baznas Kota Tanjungpinang, Kepala KUA, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta majelis taklim.

Momentum subuh ini menjadi simbol kebangkitan spiritual bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi panggilan untuk menghidupkan masjid sejak fajar menyingsing.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, dalam tausiahnya mengajak jemaah menjadikan Ramadan sebagai titik balik penguatan iman dan kepedulian sosial.

“Makmurkan masjid, perbanyak ibadah. Ramadan adalah kesempatan emas yang tidak datang dua kali dalam setahun,” serunya di hadapan jemaah.

Tak hanya soal ibadah mahdhah, Erizal juga menegaskan pentingnya dimensi sosial Ramadan. Ia mengingatkan jemaah agar tidak menunda kewajiban zakat, serta menghidupkan budaya infaq dan sedekah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

“Jangan lupa tunaikan zakat. Jika ada rezeki, berinfaqlah, bersedekahlah. Dan yang tak kalah penting, mari kita hidupkan wakaf sebagai investasi akhirat,” tegasnya.

Seruan itu diamini para jemaah. Safari Ramadan bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi penguatan pesan bahwa masjid adalah pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan umat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kota Tanjungpinang, Akhmad Khusairi, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin bersama Kemenag dan masyarakat. Ia juga menyampaikan pamit, mengingat tahun ini menjadi masa akhir pengabdiannya sebagai ketua.

“Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan selama ini. Mari terus tunaikan zakat, perbanyak infaq dan sedekah. Jika di masjid belum terbentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), segera dibentuk,” pesannya.

Pesan ini menjadi penegasan bahwa pengelolaan zakat yang terstruktur melalui UPZ adalah kunci optimalisasi potensi zakat di tingkat masjid dan lingkungan.

Safari Ramadan subuh di Masjid Al Muhajirin menjadi penanda bahwa dakwah tidak mengenal batas waktu. Dari fajar yang hening di Tanjungpinang Barat, gema ajakan memakmurkan masjid dan menguatkan solidaritas sosial menggema lebih keras dari biasanya.

Dimomen safari ini, juga dilakukan penyerahan paket sembako yang diserahkan langsung oleh Kepala Kemenag dan Ketua Baznas Kota Tanjungpinang, serta ceramah agama yang disampaikan oleh Kiai Muhammad Nuruddin. (y)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *