Bupati Karimun: Bangun Daerah Tak Bisa Pakai Kira-Kira, Data Harus Jadi Kompas

Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah, bersama Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr. Ir. Zulkipli, M.Si., melakukan peletakan batu pertama revitalisasi gedung BPS Kabupaten Karimun, Sabtu (8/8/2026). f-Diskominfo
KARIMUN, (kepriraya.com) – Pemerintah Kabupaten Karimun menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan berbasis data untuk memastikan setiap kebijakan dan investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah, bersama Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr. Ir. Zulkipli, M.Si., melakukan peletakan batu pertama revitalisasi gedung BPS Kabupaten Karimun, Sabtu (8/8/2026).
Bagi Iskandarsyah, pembangunan gedung BPS bukan sekadar membangun atau mempercantik fasilitas perkantoran. Lebih dari itu, revitalisasi tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem data di Kabupaten Karimun.
“Membangun daerah itu tidak bisa sekadar pakai ilmu kira-kira. Harus ada kompasnya, dan kompas kita adalah data,” tegas Iskandarsyah.
Ia mengungkapkan, gedung BPS Karimun yang direvitalisasi ke depan tidak hanya berfungsi sebagai kantor, tetapi juga akan dilengkapi Data Centre ekonomi secara real-time.
Keberadaan pusat data tersebut dinilai sangat strategis mengingat Karimun merupakan kawasan Free Trade Zone (FTZ) sekaligus daerah yang tengah diarahkan untuk semakin berkembang sebagai pusat industri maritim.
Menurut Iskandarsyah, setiap investasi yang masuk ke Karimun harus dapat diukur secara tepat, mulai dari nilai investasi, dampak ekonomi, penyerapan tenaga kerja hingga manfaatnya bagi masyarakat.
“Karimun ini kawasan FTZ dan arah layar kita jelas menuju pusat industri maritim. Setiap kran investasi yang masuk harus ada hitungan presisinya,” ujarnya.
Dengan tersedianya data ekonomi yang valid dan diperbarui secara real-time, pemerintah daerah akan memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan. Kebijakan pembangunan pun diharapkan tidak lagi hanya berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kalau datanya valid, kebijakannya pasti pas sasaran, dan yang paling penting, masyarakat kita yang langsung merasakan manfaatnya,” katanya.
Sensus Ekonomi Karimun Capai 89 Persen
Pada kesempatan tersebut, Iskandarsyah juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Karimun yang telah mencapai 89 persen.
Ia mengapresiasi kerja keras para petugas sensus yang turun langsung ke lapangan serta dukungan masyarakat yang telah berpartisipasi memberikan data.
“Alhamdulillah, Sensus Ekonomi kita juga sudah tembus 89 persen. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kerja keras teman-teman petugas di lapangan dan dukungan dari seluruh warga,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyelesaikan sisa target Sensus Ekonomi tersebut. Menurutnya, kelengkapan dan akurasi data menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi Karimun ke depan.
“Mari kita tuntaskan sisa targetnya!” ajaknya.
Revitalisasi gedung BPS Karimun dan penguatan pusat data ekonomi tersebut diharapkan menjadi bagian dari transformasi pembangunan daerah yang semakin terukur, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan data sebagai kompas, Karimun ingin memastikan setiap kebijakan, program, dan investasi yang digulirkan tidak berhenti pada angka pertumbuhan, tetapi benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

