Kemnaker Gunakan AI untuk Deteksi Pola Tak Lazim di Program MagangHub

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) foto bersama usai verifikasi.
YOGYAKARTA (Kepriraya.com) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat proses verifikasi mitra penyelenggara dan peserta Program Magang Nasional melalui MagangHub.
Teknologi tersebut digunakan untuk membantu Kemnaker menelaah informasi dalam jumlah besar, mulai dari keterkaitan perusahaan, kewajaran kuota magang, hingga pola pendaftaran peserta yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan, pada tahap verifikasi mitra penyelenggara, AI digunakan untuk melihat keterkaitan antarkelompok perusahaan sekaligus menilai kewajaran kuota yang diajukan.
“AI kita manfaatkan untuk membantu melihat apakah ada kelompok perusahaan yang berada dalam kendali satu operator, bagaimana bonafiditas perusahaan, dan apakah kuota yang diusulkan masih wajar dibandingkan dengan kapasitas perusahaan,” ujar Cris dalam Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, penggunaan AI juga diterapkan dalam proses seleksi peserta. Sistem membantu menelaah data pendaftar dan lowongan untuk menemukan pola yang tidak lazim.
Pola tersebut antara lain dilihat dari sebaran peserta, asal wilayah, hingga kesesuaian program studi dengan lowongan yang tersedia.
“Dalam seleksi peserta, AI juga membantu kita melihat pola-pola yang tidak lazim, misalnya peserta pada suatu perusahaan terkonsentrasi dari alumni kampus tertentu, sebagian besar berasal dari luar wilayah perusahaan, atau program studinya tidak sesuai dengan lowongan yang tersedia,” katanya.
Cris menjelaskan, penggunaan AI diperlukan karena Program Magang Nasional melibatkan mitra penyelenggara, lowongan, dan peserta dalam jumlah besar. Analisis teknologi tersebut membantu menemukan pola dari kumpulan data yang kemudian dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan.
Namun, Cris menegaskan bahwa AI bukan pengganti proses verifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan Kemnaker.
“Hasil analisis AI menjadi salah satu bahan bagi proses pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Dengan demikian, pemanfaatan AI dalam MagangHub diarahkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan ketelitian proses verifikasi, terutama dalam mengidentifikasi data dan pola yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. (*)

