BISNISBREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Raja Ariza Ingatkan Bahaya Informasi Palsu Berbasis AI: Jangan Mudah Dikibuli

Raja Ariza saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi 2026 di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Timur, Rabu (30/9/2026). f-Ist

TANJUNGPINANG (Kepriraya.com) – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat informasi digital semakin sulit dibedakan dari kondisi sebenarnya. Foto, video hingga berbagai konten dapat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terlihat meyakinkan.

Di tengah kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial.

Pesan itu disampaikan Raja Ariza saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi 2026 di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Timur, Rabu (30/9/2026).

Menurut Raja Ariza, kemampuan AI yang semakin berkembang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam membedakan informasi asli dengan konten hasil rekayasa.

“Kemampuan AI memang cukup berkembang, bisa merubah sesuatu itu seperti aslinya. Ini agak sulit bagi kita untuk memilah,” ujar Raja Ariza.

Ia menyebut, derasnya arus informasi melalui TikTok, Instagram, WhatsApp, Facebook dan berbagai platform digital lainnya membuat masyarakat harus memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya.

“Inilah tantangan kita, maka perlu menyaring informasi itu benar atau tidak,” katanya.

Raja Ariza juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi yang diterima dari media sosial.

“Jangan cepat mengambil keputusan. Sekarang ini gampang sekali mata kita dikibuli, termasuk informasi yang kita terima,” tegasnya.

Menurutnya, informasi yang diterima masyarakat tidak dapat langsung dianggap sebagai sebuah kebenaran. Diperlukan proses pemeriksaan dengan metode tertentu untuk memastikan informasi tersebut valid sebelum dipercaya atau disebarluaskan.

“Kita tak bisa sepenuhnya menerima informasi-informasi itu secara utuh, proses menapis informasi itu memiliki metodologi tertentu,” jelasnya.

Orang Tua Diminta Dampingi Anak

Raja Ariza juga menyoroti tantangan literasi digital di lingkungan keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak menghadapi derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

Pendampingan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat digital, tetapi juga membentuk perilaku dan etika anak ketika berinteraksi di ruang digital.

“Untuk menapis itu, kita kembali kepada keyakinan agama masing-masing. Itulah kekuatan dasar yang sampai ke mana pun harus dibawa. Itulah yang bisa menjamin keselamatan anak-anak kita, sehingga anak-anak kita betul-betul menjadi insan yang berguna bagi bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang Meitya Yulianty mengatakan, makna literasi di era digital telah berkembang jauh melampaui kemampuan membaca dan menulis.

“Di era digitalisasi, literasi tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan kritis dalam menelusuri, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak,” tutur Meitya.

Menurutnya, Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola literasi sekaligus membangun budaya baca masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan pustakawan, tenaga perpustakaan, guru dan pegiat literasi dalam mendampingi masyarakat serta peserta didik agar mampu memilah informasi secara kritis dan etis.

Bimtek Literasi Informasi 2026 berlangsung selama tiga hari, 30 September hingga 2 Oktober 2026, dan diikuti 150 peserta yang terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru serta pegiat literasi.

Para peserta mendapatkan materi dari akademisi Universitas Indonesia, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), serta Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. (Tim)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *