Future Ready Dibahas di Pulau Penyengat, Kepri Bidik Pemerataan Pembangunan hingga Energi Hijau

Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi yang dipimpin Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Pulau Penyengat, Kamis (28/10/2026). f-Ist
TANJUNGPINANG (Kepriraya.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama pemerintah pusat terus mendorong percepatan pembangunan wilayah melalui Program Transformasi Ekonomi dan Pembangunan (Future Ready) serta penjajakan rencana Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi yang dipimpin Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Pulau Penyengat, Kamis (28/10/2026). Audiensi itu turut didampingi Kepala Bappeda Kepri Aries Fhariandi serta dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian PPN/Bappenas.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas untuk menjawab tantangan pembangunan Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan. Fokus pembahasan mencakup tiga pilar utama, yakni peningkatan konektivitas dan pemerataan pembangunan, optimalisasi potensi warisan budaya, serta penyediaan energi listrik ramah lingkungan untuk mendukung pengembangan pusat data digital.
Program Future Ready diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat transformasi ekonomi Kepri sekaligus mendorong pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah.
Dari sisi konektivitas, penguatan infrastruktur menjadi kebutuhan penting untuk menghubungkan antarpulau, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan distribusi barang dan jasa. Langkah ini juga diharapkan dapat membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.
Selain itu, penyediaan infrastruktur listrik dan pengembangan energi hijau menjadi perhatian penting. Ketersediaan energi yang andal dan ramah lingkungan dinilai berperan dalam mendukung kebutuhan industri masa depan, termasuk pengembangan pusat data digital yang membutuhkan pasokan listrik stabil.
Pulau Penyengat juga menjadi bagian penting dalam pembahasan melalui upaya pelestarian warisan budaya dan peningkatan nilai kawasan bersejarah. Pengembangan pulau tersebut diharapkan tidak hanya menjaga identitas sejarah dan budaya Melayu, tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisata serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dari aspek ekonomi, pelaksanaan program Future Ready diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor. Peningkatan investasi dan pembangunan infrastruktur berpotensi mendorong pertumbuhan usaha lokal, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepri menjadi faktor penting untuk mewujudkan berbagai agenda tersebut. Melalui perencanaan yang terintegrasi, program pembangunan diharapkan mampu menjawab kebutuhan daerah sekaligus memperkuat daya saing Kepulauan Riau sebagai wilayah strategis di kawasan perbatasan.
Pembahasan mengenai Future Ready dan rencana PSN ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan Kepri yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

