Ansar Ahmad Kunjungi STAI Paduka, Dorong Kampus Perbatasan Jadi Motor Pembangunan Anambas

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad foto bersama usai mengunjungi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Paduka di Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (6/11/2026), f-Ist
ANAMBAS (Kepriraya.com) – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengunjungi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Paduka di Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (6/11/2026), dalam rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah perbatasan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Ansar mendorong STAI Paduka memperkuat akses pendidikan tinggi sekaligus mengambil peran lebih besar sebagai penggerak pembangunan daerah.
Menurut Ansar, keberadaan perguruan tinggi di wilayah perbatasan dan kepulauan memiliki arti strategis. Selain memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi, kampus di daerah juga dapat mengurangi beban ekonomi keluarga yang selama ini harus mengirim anak-anak mereka kuliah ke luar daerah.
“Kampus di perbatasan diharapkan terus mengakomodasi dan memberikan ruang khusus bagi putra-putri daerah agar mendapat pendidikan berkualitas di tanah kelahiran mereka sendiri,” ujar Ansar.
Ia menegaskan, perguruan tinggi di kawasan perbatasan tidak boleh hanya berorientasi pada kegiatan akademik. Lebih dari itu, kampus harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan sosial, ekonomi, budaya hingga infrastruktur.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penelitian, inovasi, serta penyusunan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Ansar juga berharap perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan, terutama untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan.
“Kita juga ingin perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis untuk memastikan pemerataan pendidikan. Kolaborasi ini penting untuk menembus tantangan geografis kawasan terpencil, mengatasi masalah blank spot komunikasi, serta menyebarkan informasi beasiswa secara merata,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan program Tridarma Perguruan Tinggi melalui berbagai kegiatan inovatif, seperti KKN Kebangsaan, sekolah perbatasan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan kemampuan menjadi agen perubahan di daerahnya.
Ansar menilai, kampus di wilayah perbatasan memiliki posisi penting, bukan hanya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara dan membangun perekonomian dari wilayah pinggiran secara berkelanjutan.
Keberadaan STAI Paduka di Anambas diharapkan semakin memperkuat akses pendidikan tinggi sekaligus menjadi salah satu pilar pembangunan masyarakat di kawasan terdepan Indonesia. (r)

