Ketua Panitia Haryun Sagita: Uji Kompetensi untuk Hadirkan Mubaligh yang Sejuk dan Mencerahkan

Sambutan Ketua Forum Komunikasi Mubaligh (FKM) Kota Tanjungpinang sekaligus ketua panitia kegiatan, Haryun Sagita, Jum’at (12/12) f-Ist
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)-Ketua Forum Komunikasi Mubaligh (FKM) Kota Tanjungpinang sekaligus ketua panitia kegiatan, Haryun Sagita, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme para pendakwah dalam mengikuti Uji Kompetensi Mubaligh dan Mubaligah tahun 2025.
Dari total 388 pendaftar, sebanyak 290 peserta dinyatakan lengkap administrasinya dan resmi mengikuti uji kompetensi yang digelar selama tiga hari. Menurut Haryun, angka tersebut menunjukkan bahwa para mubaligh memiliki kesadaran kuat untuk terus meningkatkan kualitas diri dan penyampaian dakwah.
Dalam sambutannya, Haryun menegaskan bahwa kegiatan ini bukan dimaksudkan untuk membebani para mubaligh, tetapi sebagai upaya bersama untuk memperkuat manajemen dakwah di Kota Tanjungpinang.
“Para mubaligh jangan khawatir. Uji kompetensi ini bukan untuk memberatkan, tetapi untuk mengukur kemampuan, sekaligus memberikan pendampingan agar dakwah kita semakin berkualitas,” ujar Haryun.
Ia menggambarkan sosok mubaligh ideal sebagai figur yang menghadirkan kesejukan bagi umat.
“Kita ingin para mubaligh memiliki karakter sejuk — seperti pohon rindang yang memberi kenyamanan bagi siapa saja yang berteduh. Dakwah yang baik adalah dakwah yang menenangkan dan membawa rahmat, bukan yang memecah-belah,” ucapnya.
Haryun juga menyampaikan bahwa uji kompetensi melibatkan 25 penguji dengan berbagai materi, mulai dari uji khutbah Jumat, kultum, kemampuan membaca kitab kuning, wawasan kebangsaan, hingga aspek manajemen dakwah lainnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk melahirkan pendakwah yang tidak hanya fasih dalam penyampaian, tetapi juga memiliki integritas dan pemahaman keagamaan yang kuat.
“Semoga kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama, saling memperbaiki, dan saling menguatkan. Dengan dakwah yang baik, kita dapat menghadirkan masyarakat yang lebih rukun, damai, dan religius,” tutup Haryun. (Zuk)

