BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Penguatan Literasi di SMK Maitreyawira: Siswa Antusias, Rismarini Tegaskan Literasi Bukan Sekadar Membaca

Tim dari Bidang Pelayanan Perpustakaan dan SMK Maitreyawira Tanjungpinang foto bersama pada Jumat (12/12) f-Ist

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Upaya meningkatkan minat baca dan kualitas literasi generasi muda kembali dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau. Pada Jumat (12/12), tim dari Bidang Pelayanan Perpustakaan hadir di SMK Maitreyawira Tanjungpinang untuk melaksanakan Kegiatan Penguatan Literasi dan Pembinaan Perpustakaan Sekolah.

Sejak pagi, kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme. Seluruh siswa terlibat aktif, mulai dari sesi permainan literasi, pemaparan materi, hingga diskusi tentang cara memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat belajar yang lebih kreatif dan inspiratif.

Narasumber utama, Rismarini, selaku Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan, menyampaikan bahwa literasi saat ini tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar untuk menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi tentang bagaimana siswa memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi dengan baik. Kemampuan literasi yang kuat akan membantu mereka mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rismarini di hadapan ratusan siswa.

Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya budaya literasi. Perpustakaan, menurutnya, harus menjadi ruang yang hidup dan menarik, bukan hanya tempat penyimpanan buku.

“Perpustakaan sekolah adalah jantung literasi. Jika ruangnya nyaman, koleksinya relevan, dan ada kegiatan-kegiatan kreatif, maka siswa akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.

Dalam sesi pembinaan perpustakaan, tim Dinas Perpustakaan juga memberikan pendampingan terkait pengelolaan koleksi, pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan, serta strategi membuat program literasi yang berkelanjutan. Guru dan pustakawan sekolah diberikan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas perpustakaan sebagai pusat literasi.

Para siswa terlihat sangat bersemangat mengikuti berbagai aktivitas, terutama saat sesi tanya jawab dan simulasi literasi kreatif. Banyak dari mereka menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini membuat mereka semakin terdorong untuk lebih sering membaca dan mengeksplorasi berbagai jenis bacaan.

“Kami senang melihat antusiasme para siswa. Ini tanda bahwa literasi bisa dikemas dengan menarik dan menyenangkan,” kata Rismarini.

Ia berharap kegiatan penguatan literasi ini tidak berhenti pada satu kesempatan saja, melainkan terus berlanjut melalui program sekolah yang berkesinambungan. Dengan demikian, sekolah mampu mencetak generasi muda yang cerdas informasi, kritis, dan siap menghadapi tantangan ke depan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepri dalam mewujudkan masyarakat literat sejak usia sekolah. Dengan komitmen bersama, budaya membaca dan kecakapan literasi diyakini akan semakin tumbuh di lingkungan SMK Maitreyawira Tanjungpinang. (Win)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *