Harga Plastik Bening di Tanjungpinang Melonjak, Pelaku UMKM dan Laundry Mulai Terjepit

Rian, pemilik salah satu toko plastik di Tanjungpinang, Sabtu, (9/5) f-Ist
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) — Kenaikan harga plastik bening di Kota Tanjungpinang mulai menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama bisnis laundry yang bergantung pada bahan tersebut untuk operasional harian.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga plastik bening dilaporkan melonjak tajam dari Rp35 ribu menjadi sekitar Rp50 ribu per kilogram, atau naik hampir 43 persen.
Lonjakan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha karena berpotensi meningkatkan biaya produksi hingga memaksa penyesuaian harga layanan kepada konsumen.
Selain plastik bening, harga gelas kemasan plastik juga ikut naik dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu. Sementara harga kantong plastik turut mengalami kenaikan meski tidak sebesar plastik bening, yakni sekitar Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per kilogram.
Rian, pemilik salah satu toko plastik di Tanjungpinang, mengatakan kenaikan harga dipicu tingginya permintaan yang tidak diimbangi pasokan dari distributor.
“Permintaan sedang tinggi, sementara stok dari agen terbatas. Sekarang pembelian banyak yang disesuaikan dengan kebutuhan saja,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Kondisi ini paling dirasakan pelaku usaha laundry yang menggunakan plastik bening setiap hari untuk pengemasan pakaian pelanggan.
Aditya, pemilik The Colors Laundry, mengaku kenaikan harga tersebut mulai membebani biaya operasional usahanya.
“Plastik itu kebutuhan utama kami setiap hari. Kalau harganya terus naik, tentu sangat berpengaruh terhadap biaya operasional,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku masih berupaya menahan kenaikan tarif jasa laundry demi menjaga loyalitas pelanggan.
“Kami masih berusaha tidak menaikkan harga layanan. Tapi kalau kondisi ini terus berlangsung, kemungkinan akan sulit dipertahankan,” tambahnya.
Pelaku UMKM berharap pemerintah maupun distributor segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga plastik di pasaran.
Mereka khawatir jika lonjakan ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga konsumen melalui kenaikan harga berbagai produk dan jasa.
Kenaikan harga plastik bening kini menjadi sinyal tekanan baru bagi sektor UMKM di Tanjungpinang yang tengah berupaya bertahan di tengah meningkatnya biaya operasional.(Pul)

