Pondok Pesantren Al Ihsan Luluskan 38 Penghafal Al-Qur’an, Hafalan Capai 24 Juz

BINTAN, (kepriraya.com)– Pondok Pesantren Al Ihsan kembali menorehkan prestasi dengan meluluskan 38 santri penghafal Al-Qur’an pada tahun ini. Para santri tersebut memiliki capaian hafalan yang beragam, mulai dari 4 juz hingga 24 juz.
Dari total 38 santri yang diwisuda, sebanyak lima orang merupakan lulusan tingkat SMA dan 33 orang lainnya lulusan tingkat SMP. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Pondok Pesantren Al Ihsan dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.
Ketua Yayasan Pendidikan Al Ihsan, Zulkifli, mengatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, peningkatan mutu pembelajaran menjadi prioritas agar para lulusan mampu bersaing dan tetap memiliki karakter islami yang kuat.
“Kami akan selalu berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Al Ihsan. Harapannya, para santri tidak hanya memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rustam Efendi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan menegaskan bahwa lembaga pendidikan keagamaan harus lebih mengutamakan kualitas daripada sekadar mengejar jumlah peserta didik.
“Sekolah agama harus fokus pada kualitas pendidikan yang diberikan. Kuantitas memang penting, tetapi kualitas lulusan jauh lebih utama karena itulah yang akan menjadi ukuran keberhasilan sebuah lembaga pendidikan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, salah seorang orang tua santri mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan anaknya setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al Ihsan. Ia menilai perubahan yang terjadi sangat signifikan, baik dari sisi akhlak maupun kemampuan menghafal Al-Qur’an.
“Setelah mondok di Al Ihsan, anak saya berubah jauh dibandingkan saat masih di bangku SD. Hafalan Al-Qur’annya berkembang dengan sangat baik. Kami juga merasa senang karena ketika dititipkan di pondok, akhlaknya terbina dan tumbuh menjadi remaja yang baik,” tuturnya.
Ketua Komite Al Ihsan, Robby Patria, menambahkan bahwa pendidikan di pondok pesantren memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan sekolah umum. Selain memperoleh pendidikan formal, para santri juga mendapatkan pembinaan agama yang lebih intensif.
“Di pondok pesantren, para santri mendapatkan pendidikan agama yang lebih mendalam. Kehidupan di asrama juga membuat mereka lebih teratur, disiplin, dan mandiri. Itu menjadi nilai lebih yang dimiliki para santri,” ujarnya.
Robby berharap Pondok Pesantren Al Ihsan terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Dengan demikian, para lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan hafalan Al-Qur’an yang baik, tetapi juga menjadi generasi yang saleh, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (*A)

