Ansar Ahmad Tawarkan Potensi Strategis Kepri kepada Investor Beijing, Target Investasi Rp85 Triliun Diyakini Tercapai

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menerima kunjungan resmi pimpinan MCC International Metallurgy Limited dari Beijing, Tiongkok, Mister Liu, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (28/7/2026). f-Ist
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menerima kunjungan resmi pimpinan MCC International Metallurgy Limited dari Beijing, Tiongkok, Mister Liu, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (28/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kepri memperluas kerja sama internasional sekaligus menarik lebih banyak investasi ke daerah yang memiliki posisi strategis di jalur perdagangan dunia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Ansar memaparkan berbagai potensi unggulan Kepulauan Riau yang siap dikembangkan bersama investor, mulai dari sektor energi baru dan terbarukan, kemaritiman, industri, pariwisata, hingga sektor-sektor strategis lainnya yang memiliki prospek besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Ansar menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan kemudahan serta kepastian bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kepri.
Menurut Ansar, realisasi investasi di Kepulauan Riau sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga pertengahan tahun, nilai investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp40 triliun.
“Kita optimistis sampai akhir tahun 2026 target investasi sebesar Rp85 triliun bisa tercapai,” ujar Ansar Ahmad.
Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kepulauan Riau yang terus berkembang sebagai salah satu pusat investasi nasional, didukung letak geografis yang strategis, infrastruktur yang terus dibangun, serta kedekatan dengan pasar internasional seperti Singapura dan Malaysia.
Pertemuan dengan jajaran MCC International Metallurgy Limited diharapkan dapat membuka peluang kerja sama konkret yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saing Kepulauan Riau sebagai destinasi investasi unggulan di Indonesia. (r)

