BREAKING NEWSPOLITIKTANJUNGPINANG

Ketum KJK Soroti Integritas Penulis: Antara Komitmen Ridarman Bay dan ‘Oknum’ yang Merugikan

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Ady Indra Pawennari, saat memimpin acara. Sabtu, (12/9)

TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)- Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Ady Indra Pawennari, menyoroti tajam perbedaan mendasar antara penulis profesional yang menjaga integritas dengan oknum penulis yang hanya mencari keuntungan pribadi hingga merugikan orang lain.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembedah buku Menjaga Nurani: Suara di Simpang Zaman karya wartawan senior Kepulauan Riau, Ridarman Bay, di kantor KJK, Komplek Ruko Central Kencana No. 20 Tanjungpinang.

Dalam pandangannya, Ady membandingkan rekam jejak Ridarman yang dinilai memiliki komitmen tinggi, dengan pengalaman pahitnya ditipu oleh oknum penulis tidak bertanggung jawab di masa lalu.

“Pengalaman saya tiga tahun lalu, naskah sudah saya berikan, bahkan uang untuk membeli laptop sebagai penunjang fasilitas kerjanya pun sudah saya transfer. Tapi sampai hari ini, bukunya tidak pernah terbit. Ini contoh nyata oknum yang hanya memanfaatkan momentum demi keuntungan sepihak dan merugikan orang lain,” ungkap Ady.

Kontras dengan perilaku minor tersebut, Ady memuji konsistensi Ridarman Bay. Baginya, melahirkan sebuah buku bukan sekadar perkara memiliki draf naskah mentah, melainkan tentang bagaimana menjaga amanah, waktu, dan kepercayaan hingga karya tersebut benar-benar sampai ke tangan pembaca.

“Yang saya catat dari seorang Ridarman adalah loyalitasnya pada profesi. Dua minggu sebelum bukunya terbit, beliau meminta saya memberikan kata pengantar. Dan janji itu ditepati, buku itu betul-betul terbit. Inilah cerminan penulis yang profesional dan menghargai karyanya,” tegasnya.

Menurut Ady, di era digital saat ini, kemampuan menulis bisa dibantu oleh teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Namun, nilai kejujuran, dedikasi, serta kedalaman sudut pandang seorang penulis profesional tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin ataupun ditiru oleh para perajin tulisan yang bermental instan.

Ia menambahkan, bahwa buku adalah warisan pemikiran jangka panjang bagi seorang jurnalis. Jika berita harian memiliki siklus usia yang pendek, maka buku mampu menyimpan sejarah dan menjadi literatur bagi generasi mendatang.

Melalui momentum ini, Ady menantang para jurnalis, khususnya yang bernaung di bawah bendera KJK, untuk meneladani sisi profesionalisme Ridarman Bay. Ia menegaskan KJK siap memfasilitasi dan menjadi jembatan bagi para anggota yang serius ingin menerbitkan karya tulis.

“Budaya literasi tidak akan tumbuh jika kita hanya menyuruh orang membaca. Harus dimulai dari keberanian menulis dan komitmen menyelesaikannya. Jangan menjadi penulis yang hanya bisa berwacana atau bahkan merugikan pihak lain, tetapi jadilah penulis yang meninggalkan warisan pemikiran yang nyata,” pungkasnya.

Hadir dalam bedah buku tersebut antara lain, Dr. Darson, M.Si sebagai pembedah, Dr. Ahmad Yani, SH, MH sebagai moderator, Ketua Komisi Informasi, Arison, anggota KPU Kepri, Priyo Handoko, Ketua KPID Kepri, Ahmad Dani dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah Kepri, Suyono Saeran.

Selain itu, hadir juga dosen Umrah, Dr. Bismar Aryanto, anggota Bawaslu Kepri, Dr. Rosnawati dan Dr. Maryamah, Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Dr. Yusuf Mahidin, Wakil Rektor IAI Muftahul Ulum Tanjungpinang, Dr. Saripuddin, anggota KPU Tanjungpinang, Henky Mohari dan Desi Liza Purba. (*)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *