BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

DWP Kemenag Tanjungpinang Bekali Siswa MTsN dengan Karakter Qur’ani dan Hidup Sehat

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang saat melakukan kegiatan yang digelar di Aula Asrama Putra MTs Negeri Tanjungpinang, Jumat (11/9/2026), f-Ist

TANJUNGPINANG, (Kepriraya.com) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang turun langsung ke lingkungan madrasah melalui program DWP Mengajar. Para siswa MTs Negeri Tanjungpinang dibekali pemahaman tentang hidup sehat sekaligus penguatan karakter dan nilai-nilai Qur’ani.

Kegiatan yang digelar di Aula Asrama Putra MTs Negeri Tanjungpinang, Jumat (11/9/2026), tersebut menjadi ruang edukasi bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan, mengenali potensi diri, membangun kebiasaan positif hingga mempersiapkan diri sebagai generasi penerus.

Kegiatan dihadiri perwakilan Ketua DWP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Fatimah Huriyah, yakni Metty Soviany, bersama pengurus dan anggota DWP Kemenag Kota Tanjungpinang.

Ketua DWP Kemenag Kota Tanjungpinang, Riesa Helmawati, mengatakan program DWP Mengajar merupakan bentuk kehadiran organisasi dalam mendukung dunia pendidikan.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana siswa memiliki karakter, pola hidup sehat dan kemampuan mempersiapkan masa depan.

“DWP hadir turun langsung ke madrasah untuk menjadi bagian dari tenaga pendidik dan memberikan pengetahuan yang perlu anak-anak kita dapatkan,” kata Riesa.

Ia menilai masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, kebiasaan belajar, menjaga kesehatan, mengenali diri dan menggunakan waktu secara bijak perlu ditanamkan sejak dini.

“Orang sukses tidak akan pernah berhenti belajar. Untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan, semuanya harus ditanamkan mulai dari sekarang,” ujarnya.

Riesa juga mengingatkan siswa agar tidak membiarkan aktivitas digital, termasuk permainan gim, mengambil terlalu banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan mengembangkan diri.

“Jangan kalian terlalu fokus hanya kepada game,” pesannya.

Selain pendidikan karakter, aspek kesehatan menjadi perhatian dalam program tersebut. Riesa mengajak siswa menumbuhkan kecintaan terhadap kesehatan karena kondisi fisik dan lingkungan yang sehat menjadi salah satu modal untuk belajar serta meraih cita-cita.

“Anak-anakku semuanya harus menjadi yang terbaik. Mari kita jaga kesehatan dengan menumbuhkan cinta, untuk diri kita sendiri, untuk lingkungan dan keluarga kita,” katanya.

Dalam DWP Mengajar, dua narasumber memberikan materi yang saling melengkapi.

Yulia Fatma dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan materi “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Madrasah.” Ia menekankan bahwa PHBS bukan sekadar menjaga kebersihan sekolah, melainkan kebiasaan yang harus dibangun dari diri sendiri.

Siswa diajak membiasakan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, mengonsumsi jajanan sehat dan aman, menggunakan jamban yang bersih, berolahraga secara rutin, membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan.

Mereka juga diingatkan untuk tidak merokok, memberantas jentik nyamuk dan melakukan pengukuran berat serta tinggi badan secara berkala.

“Kebiasaan hidup bersih dan sehat harus dimulai dari diri sendiri,” ujar Yulia.

Yulia turut memberikan perhatian pada kebersihan ruang pribadi, termasuk tempat tidur dan tempat belajar. Kepada siswi, ia juga menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan dalam pengelolaan pembalut agar tidak dibuang sembarangan.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tanjungpinang Kota, Muhammad Syarif, membawa materi dari perspektif keagamaan melalui tema “Mencintai Kesehatan Dimulai dari Diri Sendiri, Lingkungan dan Keluarga.”

Syarif mengajak siswa memahami bahwa kesehatan dan kebersihan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental, karakter serta kualitas spiritual.

Mengutip Surat Al-Muddassir ayat 4, “Dan pakaianmu, bersihkanlah,” Syarif menekankan bahwa kebersihan memiliki posisi penting dalam kehidupan seorang muslim.

Ia kemudian mengajak para siswa membangun konsep diri yang sehat melalui tiga langkah, yakni mengenali diri sendiri, memahami nilai-nilai pribadi serta mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Menurutnya, kemampuan mengenali diri menjadi bekal penting bagi remaja dalam menentukan arah kehidupan, membangun karakter dan mengambil keputusan secara bijak.

Syarif juga memperkenalkan konsep “jembatan harapan” sebagai salah satu cara membangun pandangan positif terhadap masa depan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi remaja.

Melalui program DWP Mengajar, pendidikan di madrasah tidak hanya diarahkan untuk membentuk siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang sehat, mengenal dirinya, memiliki karakter kuat dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *