BREAKING NEWSPOLITIKTANJUNGPINANG

Ansar Minta Cek Kesehatan Gratis di Kepri Dikebut, Geografi Kepulauan Bukan Alasan

Sambutan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026).

TANJUNGPINANG, (Kepriraya.com) — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meminta pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh kabupaten dan kota dipercepat. Ia menegaskan kondisi geografis Kepri sebagai daerah kepulauan tidak boleh menjadi alasan lambannya pelaksanaan program kesehatan tersebut.

Ansar mengatakan Pemprov Kepri berkomitmen memperkuat sektor kesehatan karena kualitas kesehatan masyarakat berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026).

Menurut Ansar, kesehatan merupakan salah satu urusan wajib pemerintahan daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Karena itu, Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran kesehatan lebih dari 12 persen pada tahun ini atau di atas batas minimal yang diwajibkan.

“Kesehatan ini penting karena derajat kesehatan menjadi salah satu indikator indeks pembangunan manusia. Maka semua masyarakat di Kepri harus sehat,” ujar Ansar.

Ia mengakui capaian pelaksanaan CKG di Kepri masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, Ansar meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama jajaran dinas kesehatan memperkuat koordinasi agar program tersebut dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Kami tidak mau menyampaikan persoalan klasik karena geografi. Saya hanya perlu komitmen teman-teman bupati dan wali kota bersama dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk menyukseskan program ini,” katanya.

Ansar menekankan, pembangunan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sudah sakit. Upaya promotif dan preventif harus diperbesar sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini.

Selain CKG, ia menyoroti sejumlah persoalan kesehatan lainnya, termasuk tuberkulosis (TBC), stunting dan imunisasi. Berbagai indikator kesehatan tersebut, menurutnya, harus terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan intervensi pemerintah berjalan efektif.

Terkait stunting, Ansar menyebut hasil survei E-PPGBM menunjukkan angka stunting di Kepri berada pada kisaran 3 persen. Sementara berdasarkan survei SSGI, angkanya masih sekitar 15 persen.

Perbedaan angka tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan pemerintah perlu terus melakukan evaluasi dan memperkuat intervensi di lapangan.

Upaya pencegahan stunting dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari perbaikan pola asuh, pemberian tablet tambah darah bagi anak sekolah hingga penguatan program kesehatan sejak masa kehamilan.

Libatkan Masyarakat hingga Kader Posyandu

Ansar menegaskan keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Edukasi dan pencegahan harus melibatkan masyarakat serta berbagai organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat paling bawah.

Ia meminta PKK, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, partai politik, majelis ulama dan berbagai kelompok masyarakat ikut menyuarakan pentingnya menjaga kesehatan.

“Program promotif dan program antisipasi harus kita perbesar supaya masyarakat tahu. Kita harus bekerja sama dengan PKK, ormas, partai politik, majelis ulama dan siapa saja. Yang penting semua menyuarakan bahwa kesehatan itu penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kader Posyandu juga diminta mengambil peran lebih besar sebagai ujung tombak dalam mengajak masyarakat memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis.

Menurut Ansar, masyarakat perlu didorong untuk tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Pemeriksaan secara berkala dapat menjadi langkah awal menemukan potensi gangguan kesehatan lebih dini.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga harus ikut mempromosikan program ini. Mari bergerak cepat bersama, mengajak masyarakat menjaga kesehatan, melakukan pencegahan dan memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis secara masif,” kata Ansar.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat peningkatan layanan kesehatan di Kepri. Bahkan, Ansar ingin Kepri dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program kesehatan nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Ketua BKOW Kepri Hj. Neni Dwiyanna Nyanyang Haris Pratamura, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Kepri, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, pimpinan rumah sakit, kepala dinas kesehatan, camat, lurah serta kader Posyandu.

(red)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *