Diduga BBM Tak Masuk ke Tangki, Warga Keluhkan Pelayanan SPBU Tanjunguban

SPBU Tanjung Uban. Selasa, (30/6/2026). f-Ist
BINTAN, (kepriraya.com)– Seorang warga Tanjunguban berinisial RD (55) mengaku kecewa dengan pelayanan di SPBU 14.291.711 Tanjunguban yang berada di Jalan Permaisuri, Kecamatan Bintan Utara. Ia menduga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite senilai Rp112 ribu yang dibelinya tidak masuk ke tangki kendaraannya.
Kepada wartawan, Selasa (30/6/2026), RD menceritakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Usai melakukan pengisian, ia merasa ada yang janggal karena indikator bahan bakar di mobilnya tidak menunjukkan adanya penambahan.
“Awalnya saya pikir meteran bensin mobil saya yang rusak, karena biasanya isi Rp100 ribu saja jarumnya langsung naik satu batang. Tapi kali ini tidak berubah sama sekali,” ujarnya.
Saat itu RD memilih berprasangka baik dan menganggap indikator bahan bakar mobilnya mengalami kerusakan. Namun keesokan harinya, saat hendak menuju Tanjungpinang, dugaan tersebut berubah.
Di kawasan Busung, mobil yang dikendarainya mendadak mogok karena diduga kehabisan bahan bakar. Beruntung, di sekitar lokasi terdapat warung yang menjual BBM eceran sehingga ia dapat melanjutkan perjalanan.
“Untung ada warung yang jual bensin botolan. Saya langsung beli tiga botol supaya mobil bisa jalan lagi,” katanya.
Sesampainya di Tanjungpinang, RD kembali mengisi BBM di SPBU Bintan Center. Pada malam harinya, saat kembali ke Tanjunguban, ia mendatangi SPBU untuk menyampaikan keluhan yang dialaminya.
Menurut RD, pihak operator menjelaskan bahwa berdasarkan data transaksi, BBM yang dibelinya telah berhasil disalurkan ke kendaraan dan tidak ditemukan masalah pada nozzle dispenser.
Operator juga sempat mencoba menelusuri riwayat transaksi melalui barcode MyPertamina. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena transaksi sebelumnya sudah tertutup setelah RD kembali melakukan pengisian BBM di SPBU lain.
Selain itu, pengecekan melalui aplikasi MyPertamina juga tidak dapat dilakukan lantaran akun milik RD sudah tidak bisa diakses akibat nomor telepon yang digunakan untuk verifikasi sudah tidak aktif.
“Ini bukan soal nilai uangnya. Yang saya pertanyakan adalah bagaimana pelayanan kepada konsumen. Saya bahkan sudah dua kali mengalami kejadian seperti ini di SPBU tersebut,” ungkap RD.
Menanggapi keluhan itu, operator SPBU bernama Dimas membantah adanya kesalahan dalam proses pengisian BBM.
“Dari data kami, minyak bapak sudah terisi. Uang yang kami terima juga sesuai dengan volume BBM yang terjual. Kalau memang transaksi gagal, seharusnya ada selisih uang, tapi tidak ada,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun Pertamina terkait dugaan yang disampaikan konsumen tersebut. Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan dan akurasi pengisian BBM di SPBU. (Zuk)

